No More

Kata bang Tere ikhlas itu seperti menikam hati tiap detik, keadaan dimana kerja hati tak sejalan dengan otak, kata saya sih seperti bejana yang bocor sana sini, hingga tak cukup lagi tangan untuk menutup setiap lubang yang ada, tapi bagaimanapun harus ditutup agar terjaga seisinya. capekk?? tentu saja :cry:

Ini seringkali saya buktikan sendiri, ketika menemui kondisi dimana harus memaksa hati saya berada pada titik nol mutlak, menyerahkan mekanisme kerja sepenuhnya pada Sang pemilik jiwa, meletakkan hati, memasrahkan sepasrah pasrahnya pada Allah… Saat itulah Allah selalu kasi kemurahanNya, ada saja jalan yang tak pernah saya sangka2, seperti seorang kehausan yang tiba2 menemukan mata air di bawah kakinya :D hehe

oleh karena itu, sudah lama saya belajar untuk tak lagi mempunyai ekspektasi berlebih pada sesuatu, apapun itu…takut kecewaa….

bukankah dimana mana berlebih itu juga ga boleh kan? meletakkan sesuatu sesuai kadarnya itu memang berat, berat banget kata saya sih, hehe gampang gampang susah, prakteknya tak segampang yang dipikirkan :(

tapi tak ada yang tak mungkin, buktinya selalu bisa kan Mil, semangatttt :)

Bahagia dengan keputusan masing-masing

Akan sangat banyak jalan yang diberikan Allah untuk sebuah kebahagiaan, setiap orang berbeda beda, dengan cara yang berlainan. Saya ingat sekali perkataan seorang sahabat ketika mendengar suatu kabar bahagia atau tepatnya rejeki menghampiri [yang mungkin] diinginkan juga sebagian besar sahabat saya kala itu “Mila beruntung ya, beruntung sekali, masih muda lagi, jadi iri :)

mereka melihat seakan akan hidup saya tak pernah jauh dari kegagalan, diliputi kebahagian terus :)

Alhamdulillah, Allah ijinkan ada yang melihat hidup saya dari sisi yang berbeda, tapi percayakah ukhti? dalam hati saya pun demikian, ingin sekali seperti dirimu. Sudah ada imam yang selalu menjagamu, membimbing berjalan bersama meraih surgaNya, dikelilingi jundi2 kecil yang mewarnai hari harimu

MasyaAllah tidakkah kamu sangat beruntung Allah memberikan skenario hidup yang sangat indah itu? hidup itu pilihan kan, akan selalu ada dua sisi untuk dipilih, yang menghadirkan konsekuensi ganda, bahagia atau tidak?

saya yakin betul konsekuensi yang harus saya hadapi, ini tak mudah, stigma masyarakat sekitar, semuanya…  tapi saya bahagia dengan keputusan saya, dan saya yakin kamu pun sangat bahagia dengan keputusanmu :)

apapun itu, tetapkan semuanya harus tertuju pada satu muara, jannah-Nya :)

semoga kita bisa berkumpul disana, Aamiin