Mari Saling Menjaga

Saya pernah membaca kalau batas kebahagiaan kita bisa jadi adalah kesedihan orang lain😦

yup saya memang terbiasa menulis/menshare sesuatu yang membahagiakan, dengan harapan semoga suatu saat bisa dikenang bahwa saya pernah berada dalam kondisi sebahagia itu, itu pula yang menjadi alasan utama keberadaan blog saya ini, tapi setelah dilihat lagi makin kesini, apalagi membaca arsip blog yang lalu2, tidak hanya di blog mungkin, di SocMed juga sama.

Menulis menjadi hal yang membahagiakan, apalagi mendapatkan banyak tanggapan, berlipat juga bahagianya, bukan niat pamer tapi saya yakin tanpa saya sadari, saya seolah olah ingin orang tahu saya sedang senang2nya (duh ribett) seakan berkata “hai semua lihat deh bahagia kan hidup aku, hebatkan aku?” ya Allah saya merasa saya terlalu sombong jadi orang, ya Allah astaghfirullah…😦

Saya sering mengalaminya, melihat teman2 yang share bahagianya kadang berfikir juga “duh biasa aja keless, ga usah pemer gitu orang juga udah tau kalo kita sedang happy”, tuh kann… duh ga mau di posisi itu😦

Semoga ini jadi pengingat nyata ya Mil, jangan terlalu over show-up lah, kita ga pernah tau perasaan orang lain, alangkah baiknya untuk saling menjaga, diam lebih baik, jangan terlalu update bahagia sana sini, tahan diri, dan yang paling penting sering2 istighfar…

 ***Sukajadi, 2 May 2015,10.10 pm


3 thoughts on “Mari Saling Menjaga

  1. Menurutku sih wajar saja. Kebahagiaan itu nggak akan mencapai puncaknya kalau tidak dibagikan pada orang lain. Curhat itu penting. Nggak mungkin kan misalnnya lagi seneng dapat hadiah terus loncat-loncat sendiri, terharu nangis. Kurang berasa kalau nggak ada teman yang dipeluk2, atau sekedar chat eh friend, aku lagi seneng nih diterima di univ A, yuk traktiran. Akan lebih berasa kebahagaiaan itu dengan orang lain. Karena hakikatnya kita makhluk sosial yang butuh orang lain untuk curahan hati kita. Right?
    Meskipun juga harus diperhatikan kadarnya. Terlalu berlebihan juga nggak baik toh.

    1. Bijak sekali Hafidz, terimakasih🙂 sangat benar sekali jika kondisinya demikian, Intinya asal masih pada kadarnya, ya kenapa engga… saya juga ga terlalu apatis masalah itu, hehe… di postingan ini saya ingin menegaskan tidak boleh over show up kan ya🙂

Tulis komentar mu, kawan :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s