No place like home

rumah
Rumah

Bagi saya tak ada rumah seperti rumah timur lapangan Aikmel, rumah saya🙂 rumah yang asri dan hijau, tanaman apa aja ada, bapak saya terkenal suka benget berkebun, tanem apapun mesti tumbuh subur, tongkat ditanem tumbuh kali ya🙂 iya loh saya kadang suka gak nyadar, pun ketika saya memustuskan (again) jadi anak kosan yang jauh dari rumah, setiap kali pulang ada saja tanaman baru yang bahkan sudah nampak hasilnya, entah mangga, pisang, manggis, buah naga, srikaya, sawo, sayur mayur bayam, sawi, katuk, dll belum itu lagi si bunga2an, bahkan kolam ikan saya udah rame banget sekarang😛 nah terakhir ini pohon2 pepaya yang saya ragukan keberadaannya udah lebat aja buahnya, makanya mamak saya santai tiap hari gak mesti ngeluarin biaya banyak untuk urusan dapur. klo gak nyayur tumis, ya lodeh pepaya terus tiap hari🙂 kalau mau ikan tinggal mancing, mau pencuci mulut tinggal petik buah😛

Saking seringnya gak di rumah, merasa banyak hal yang luput dari perhatian saya, ah.. maafkan saya my fam, rumah saya contohnya sudah banyak dinding temboknya yang rapuh, gentengnya banyak yang bocor, iyalah sejak saya pindah ke rumah ini 20 tahun lalu kata mamak belum pernah sekalipun direnov😦 saya tahu dan ortu saya pun pernah mengatakan belum fokus untuk hal2 ini sebelum saya dan adik saya meneyelesaikan kuliah, apalagi untuk ukuran mamak dan bapak saya yang hanya pegawai negeri biasa. bersyukur rasanya dengan posisi saya saat ini sedikit tidak bisa membantu untuk sekedar mendirikan musholla kecil depan teras rumah saya, mamak sering bilang “ini nanti jadi tabungan Mila di akhirat ya🙂 ” hehe Aamiin. saya bersyukur sungguh dilahirkan dan dibesarkan ditengah keluarga yang super duper sederhana, tak ada satupun yang saya lihat berlebihan dalam keluarga kami, contoh kecilnya dalam urusan berpakaian. bapak saya orangnya “apikan” banget klo gak sampai sobek2 gakan pernah diganti, sepatu klo gak sampai bolong gak berhenti dipakai kali. itupun mamak saya ngomel2 saking seringnya jahit robekan di tempat yang sama. yang penting masih bagus dan nyaman dipakai itu kata beliau, hihi. pun sama, mamak saya untuk urusan barang dirumah klo masih bisa dipakai untuk apa beli yang baru, makanya entah saya sadar atau tidak nurun ke saya, adik saya pun seperti itu. pernah ketika masih SMP dulu baju putih saya robek di bagian siku belakangnya saya nangis2 gak mau dibelikan yang baru, maunya ditambal dan dijahit aja😛 , hahaha … lagi, untuk baju lebaran, lebih nyaman pakai baju lama, apalagi mau merengek2 minta dibelikan inilah itulah, bukannya gak mau ya tapi sayang aja gitu, sampai2 mamak saya geleng2 kepala kenapa anak2nya gak tertarik untuk sekedar baju lebaran saja, hihhi🙂

hehe, inilah rumah dan keluarga saya, sulit memang to be away from home😦 pekerjaan saya menuntut untuk selalu jauh dari rumah, meskipun Mataram-Aikmel itu gak jauh2 amat, seringnya ngerasa males pulang, makanya pas moment kumpul keluarga sebisa mungkin membuat bahagia seisi rumah. Sampai kemarin ini, saya seneng banget bisa ajak mamak ke SB elektronik untuk melihat2 mesin cuci, dan saya katakan mak pilih satu ya🙂 kasian aja lihat mamak akhir2 ini sering banget tangannya sakit trus bilang cucian terbengkalai. flasback ke masa2 kuliah saya yang sulit dulu, bener2 menguras pokoknya, sampai2 mamak pernah cerita klo perhiasannya sampai ada yang tergadai untuk biaya kuliah saya. huhu.. ternyata saya pernah diposisi paling merepotkan keluarga😦 ingin rasanya membayar jerih payah ortu saya semua walaupun saya tahu hutang budi ke ortu gak akan pernah terbayar dengan apapun kan, dan beberapa waktu lalu (again) saya bisa menebus kembali perhiasan mamak saya, terimakasih ya Allah. dan tentunya plan terbesar saya bisa menabung yang banyak untuk merenov rumah saya, hee

iyah akhirnya semoga saya bisa sehat terus agar bisa membahagiakan orang2 yang saya sayang, untuk bapak pekerja keras saya yang sudah mulai beruban, untuk mamak saya yang tetap cantik dengan kerutan di wajahnya, untuk adik saya yang mulai tumbuh dewasa, Ya Allah berikan mereka senantiasa umur panjang, terimalah amal kebaikan mereka, murahkan rejeki mereka, lancarkan urusan mereka dunia akhirat, Aamiin

***Aikmel, 26 Juli 2014


6 thoughts on “No place like home

  1. Sampai sekarang kalo denger lagu Michael Buble yg Home, saya jd merenung. Sebenarnya yang mana yg bisa saya sebut HOME.
    Rumah ortu di timur negri ini hanya saya kunjungi 2 kali seumur hidup saya. Blm pernah jg tinggal di sana karna masa kecil saya di rumah lain.
    Di jawa saya tinggal di 2 kota (pindah2), tp status KTP saya di kota lain.
    Akhirnya memutuskan Indonesia is Home. Di kota manapun saya. Hahaha gaya ya

  2. Aamiin, semoga cita-cita kamu terkabul ya.
    Rumah kamu asri banget ya, teduh… Keluarga kita punya banyak kemiripan loh mila, orangtuaku jg sederhana banget dlam berpakaian…

  3. aamiin. #ikutan merembes nih mata😀

    Rumah saya juga sederhana, Mbak. Tapi tetap kesanalah saya pulang. Sepakat deh kalo no place like home.
    Salam kenal, Mbak Mila. Keep writing!🙂

Tulis komentar mu, kawan :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s