Ingin ini, ingin itu, banyak sekali …

10Hidup itu ya gini, ceritanya sedang terjadi persimpangan lain dalam hidup saya yang harus segera diputuskan. Berhubung hidup saya di masa depan udah nggak bisa lagi cuma memikirkan kepentingan diri sendiri, tentu saja saya yang banyak maunya dan seringkali ngga peduli sama orang lain perlu berpikir lebih keras dan mengeluarkan lebih banyak energi untuk berkompromi😦

Saya kepengen ambil master lah. Saya kepengen punya rumah sendiri lah. Saya kepengen nikah apalah. Kepengen jadi istri lah. Kepengen jadi ibu lah. dll

Jadi ternyata keinginan untuk menikah dan keinginan untuk menjadi lengkap dengan ‘impian tentang sebuah rumahtangga’ dimana saya hidupnya berbenturan dengan desakan untuk mengambil sekolah tingkat lanjut dengan dasar supaya ilmu saya makin bertambah. Sampai hari ini masih terjadi tarik menarik antara dua kepentingan tsb😦 Betul. Keyakinan saya akan keberjalanan keduanya, yaitu pernikahan/keluarga dengan akademi/pekerjaan saya masih sekuat dulu. Goyah antara keinginan menikah dan keinginan S2. Lalu sibuk menghitung waktu, yang mana yang harus diambil lebih dulu, menikah atau S2. Mumpung dua-duanya belum jelas. Calon suami belum punya, proses S2 juga belum ditindaklanjuti🙂 tapi mimpi saya ya enggak jauh-jauh dari itu, kelak bisa jadi dosen yang juga bisa fokus dengan keluarga, bermimpi mendapat beasiswa kuliah di ‘luar’ beserta ‘suami’😳

Ah koq jadi pengen nangis😥

Etapi, Allah punya rencana untuk setiap makhluk-Nya kan ya, jadi ingat saya pernah menulis ini saat masih kuliah dulu. Saya tidak akan menikah hingga mampu menghidupi diri sendiri dan membahagiakan orang tua, saya seharusnya bersyukur mungkin Allah sedang mengabulkan doa itu sekarang. Alhamdulllah sedikit banyak saya bisa membuktikan pada kedua orang tua saya bisa memberikan apapun yang mereka inginkan dengan hasil jerih payah sendiri, bisa memperhatikan kebutuhan mereka 100%.

Saya bersyukur sungguh, Allah menunda menunjukkan jodoh saya kini mungkin agar bisa fokus dengan orang tua saya dulu, jika saya menikah dalam kondisi belum bekerja mungkin saya tidak bisa melakukan hal tersebut. Kadang heran juga melihat kawan kawan perempuan saya yang memutuskan untuk menikah H+1 wisuda, apa mereka tidak berfikir untuk membahagian kedua orang tua mereka dulu, bekerja dan memberikan seluruh gaji pertama pada orang tua adalah kebahagiaan sendiri menurut saya. Loh bukannya setelah menikah juga pasti akan bisa membahagiakan orang tua, tentu saja tapi saya yakin fokus kehidupan setelah menikah itu sudah terbagi, sudah ada suami, anak, dan keluarga suami kan. Orang tua manapun saya yakin tidak sedikitpun menuntut apapun dari anaknya apalagi itu berbentuk materi, tapi alangkah baiknya juga seorang anak itu punya sifat ‘tahu diri’. Lha, jodohkan tidak bisa ditebak datangnya, mau tidak mau, sap tidak siap, kembali lagi Allah sesuai prasangka hambanya🙂. Maksud saya tidak menyinggung siapapun dengan menulis ini, ini hanya anggapan pribadi saja sih🙂

Saya pernah share singkat juga mengenai ini di suatu linimasa, yang komen teh cuma seorang, sahabat saya Zikri yang sepertinya lagi galu masalah serupa😛 KATANYA

‘raih yang lebih utama dulu yang bisa menenteramkan hati,., kalau hati sudah tenteram apapun yg diinginkan Insya Alloh tercapai… dasarx adalah rasa… kebahagian itu bukan karena ilmu,bukan karena harta atau kekayaan melainkan karena rasa,,, wkwkwk’

Saya belum sempat nanya, rasa apakah gerangan Zik, hahaha

Benar benar bimbang, Jadi?
Jadi berserah sajalah dulu sama Allah yah Mil …
Sambil tetep siap-siapin tes S2 dan siap-siapin mental siapa tau nikah bulan depan… AAMIINNNNN!!! Hahahah.

Cheers🙂


19 thoughts on “Ingin ini, ingin itu, banyak sekali …

  1. waaahh bgus tulisan da aaa…. 0y kta wayah o, J0d0h gk bsa disangka2 s0, knpa gk kta lakukan aj ap yg bsa kta sangka… Mun araq dana ndri or beasiswa knpa gk ambil t0 j,.. Mslh jd0h j mslh gaib tp yg psti prmpuan yg baik dpt laki2 yg baik n sblikx, prmpuan yg keji dpt laki yg keji n sblikx….kn ngen0 ndi….?? 😉

  2. Aamiin… Semoga Allah mengabulkan semua doa.

    Teteh mah pengen punya pintu Doraemon sajalah cukup itu, ngga banyak, biar bisa ke Bandung kapan saja😀

  3. Aamiin. YRA.
    Cobalah untuk membiarkan semuanya mengalir, gak usah pakai rencana.
    Terasa lebih ringan dan menyenangkan hari-hari*sudah saya lakukan saat ini

  4. Semangat mb mila🙂
    Pasti ada jalan terbaik yang sudah disiapkan Allah…
    Sekarang dijalani aja dengan sebaik mungkin…

    Se…se…semangaattt!!!! *tebar bunga

Tulis komentar mu, kawan :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s