Perempuan itu

siluet-akhwat-muslimah-senja
Source : http://splashingrain.blogspot.com/

Tidakkah kau ingin duduk sebentar saja dan mendengarkan dia?
Perempuan yang diam-diam memimpikan secangkir lain di sisinya. Perempuan yang menjadi manis dalam kopi pahitmu yang legit juga. Bukankah dia adalah warna emas dari kain yang mereka sulam rapat-rapat jika musim dingin tiba?  Perempuan ini sesulit puing-puing kaca yang kau cari di kedalaman laut tak berbatas. Dia pula securam tebing yang menggantungkan talimu kuat-kuat, memaksamu menikmati sedikit pemandangan bebas. Betapa kau tak pernah mengerti palung hatinya. Betapa sering dia berharap ada yang rela menyelam jauh ke dasar mencari hartanya yang berharga.
Toh bukan untuk dirinya. Semua untuk cinta yang dia jaga dalam hatinya yang raksasa.

Ah. Perempuan ini terlalu sering berdiam diri dan sesekali mengedipkan mata perlahan agar waktu tidak memburunya terus-terusan. Kamu, iya kamu yang bukan perempuan, usaplah bahunya yang membawa berat semua beban. Peluklah dalam-dalam. Biarkan sayapnya meringkuk oleh dekapan. Mungkin hanya itu yang dia butuhkan.

***Mataram, 24th August 2013


13 thoughts on “Perempuan itu

Tulis komentar mu, kawan :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s