Menjadi Baiklah, Mil …

oki-setiana-dewi-_120512131037-902

Allah,
mengapa kini kita begitu jauh?
aku rindu, sangat.
aku yang sekarang kosong

Allah,
bahkan hati ini tak bergetar seperti dulu saat mendengar ayat-ayatMu
mata ini jarang menangis karena mengingatMu
nurani ini pun sering tak terusik

Sebejat-bejatnya seseorang, saya rasa ada masa dimana dia akan butuh Tuhan. Ada masa dimana seseorang merasa kosong, hampa, saat kehidupannya tidak tersentuh oleh agama, merasa “kering” saat dirinya tidak kunjung merasakan nikmat iman. Meskipun begitu, tetap saja, “kekosongan” yang saya rasakan, dosa-dosa kecil yang sering saya lakukan, tidak hilang, tidak terhenti. Dan saya bingung harus mulai darimana untuk memperbaiki kondisi ini😥

Dan nampaknya hal itu yang terjadi pada diri saya, mulai beberapa minggu terakhir, kosong, hampa. Dosa-dosa kecil terus dilakukan tanpa mengusik nurani sedikitpun😦. Pembenaran kebiasaan, bukannya membiasakan yang benar, terus dilakukan. Makin jarang mengaji, solat malam apalagi. Banyak sekali alasan untuk menghindar dari usaha-usaha mengingatNya. Solat wajib sekedar rutinitas, secara kuantitas terpenuhi, tapi secara kualitas. Saya jadi teringat sms sahabat saya Zikri semalam “Mil, prestasi ibadah rasanya menurun nih”, sebenarnya me too, Zik😦  Astaghfirullahaladzim …

Bulan pertama tahun ini sudah hampir berlalu, tapi tak sedikitpun saya “memulai” memperjuangkan wishlist 2013 yang tertempel manis di dinding kamar saya😦. Ya Allah kemana saja, Mil … hellowwwwwwwww. Rutinitas dari mulai ayam berkokok sampai berkokok lagi ditambah menejemen waktu saya masih amburadul😦. Dan lagi saya mulai jarang menangis, sekarang susah mau nangis, lebih seringnya dibawa santai, tanpa ekspresi, kebanyakan sih ngetawain nasib😛 tapi saya kangen menangis sesenggukan saat sedang stress, setelah itu entah mengapa rasanya lega banget, rasanya jauh lebih dekat dengan Sang Pencipta. hmmm … saya kangen menangis😦

Dan siang ini saya saya memutuskan move on dari kehidupan buruk [bejat] saya, dan pertama tama yang HARUS saya lakukan tentu saja memperbaiki sholat saya. Logikanya, kalau kita rajin shalat tapi masih melakukan perbuatan dosa, pasti ada yang tidak beres dengan shalat yang kita lakukan. Dan hal ini tentunya tak bisa dipisahkan dari wudhu yang kita lakukan sebelum shalat. Allah, terimakasih untuk petunjuk-Mu🙂. Dan entah mengapa, hadits berikut ini kembali mengingatkan saya :

“Pertama kali yang dihisab pada hari kiamat adalah shalat, jika shalatnya baik maka baiklah seluruh amalannya, dan jika shalatnya rusak, maka rusaklah seluruh amalannya.” (HR. Thabrani)

Akhirnya membongkar bongkar lemari buku, buku kunci ibadah yang sudah usang semoga menuntun sholat saya menjadi lebih baik, Aamiin🙂. Dan tentu saja harus rajin sholat berjamaah, membaca artikel islami, dan rajin mengikuti kajian kajian tentang islam ya🙂 dan khusus untuk yang terakhir ini saya kesulitan menjumpai masjid di Mataram yang rutin mengadakan kajian tentang islam bahkan masjid sebesar masjid raya Mataram yang saya singgahi untuk sholah Zuhur siang ini, hanya 4 orang jamaah perempuan ditambah saya dan 2 diantaranya adalah nenek nenek😦, dan setelah sholat berjamaah usai masjid langsung sepi gitu deh😦 mungkin sayanya yang tidak tahu, boleh kontak saya jika ada yang tahu ya🙂

dan usaha saya [Aamiin] yang lain adalah, mencoba untuk :

  1. Sholat tahajjud teratur 4 rakaat
  2. Sholat Dhuha teratur 4 rakaat
  3. Sholat sunnat rawatib
  4. Ngaji Al. Quran setiap hari minimal 1 lembar setelah selesai sholat maghrib
  5. Zikir setelah sholat
  6. Puasa Senin-Kamis
  7. Sedekah uang atau makanan untuk anak anak berbaju lusuh yang menjajakan koran  di lampu merah, untuk kakek kakek penjual kacang rebus depan Mirasa, dll yang hidupnya kekurangan😦

Dan tentunya pendapat tentang “diri saya” dimata orang orang tersayang🙂 [terimakasih ya], semua dari mereka 90% nya mengatakan yang baik baik saja, saya tahu [pastinya malu] mengatakan yang jelek jelek … tapi yang jelas yang baik baik itu bukanlah saya, itu karena Allah masih berkenan menutup aib aib saya😦

satu kata, yuk mencoba untuk menjadi lebih dan lebih baik lagi [ngomong sendiri di kaca]🙂

Allah, kumohon penjagaanMu.
agar aku tidak larut dalam hal-hal yang membuatku riya’ dan lalai dari mengingatMu.
dan [seperti kata Tere Liye], agar aku selalu bisa membedakan mana simpul nyata dan mana simpul dusta.
Aamiin

***Mataram, 24th January ’13 [teh Oki sudah lama menjadi idola saya, gambaran muslimah idaman, ehm … bukan hanya pandangan mata, semoga ]


56 thoughts on “Menjadi Baiklah, Mil …

  1. wah ibadah saya juga sangat jauh dari bagus. tiap malem saya bangunin mamak saya shalat tahajud, tapi saya sendiri gak melaksanakan, sekedar rutinitas karena saya jarang tidur malam. mamak saya juga bilang, begadangnya saya itu sayang, gak diisi shalat tahajud.😦 moga2 kita semua bisa meningkatkan ibadah untuk seterusnya sampai ajal. Aamiinn…

  2. hmmm… udah 3x baca tapi ga tau harus kasi komen yg kaya gimana, yang pasti postingan sangat bermanfaat, setidaknya ini bisa menjadi sebuah acuan untuk memperbaiki diri. salam kenal😉

  3. Wah mantap, saya sih yang sudah mulai rutin sholat Dhuha 4 rakaat, kalo puasa senin kamis nya dulu teratur, tapi sekarang malah gak pernah T.T tahajjud apalagi, bangunnya susah😦

  4. aku juga lagi belajar untuk sholat tahajud setiap hari, dan berusaha untuk menjadikan sholat tahajud itu menjadi seperti kewajiban sholat 5 waktu🙂

Tulis komentar mu, kawan :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s