On Principal [teruntuk sahabat]

La-Tahzan

Pagi pagi sekali, a good friend of mine Eka mengirimkan saya sebuah sms :

“i dont know Mil … if i cant marry the one i love, i’d rather not getting married at all”😥

jawaban [putus asa] atas pertanyaan saya beberapa waktu lalu, jawaban sahabat saya yang baru saja patah hatinya, saya tidak bisa mengungkapkan bagaimana situasi hati sahabat saya saat ini, tapi yang saya tahu dia baru saja menghadiri walimah seseorang yang telah mencuri hatinya almost 6 years, yep hampir 6 tahun memeram kerinduan dengan penjagaan taqwa berhias airmata, berdarah darah … tapi takdir berkata lain😦, seseorang itu telah memilih bersanding bukan dengan sahabat saya, can you imagine that ?

Saya tahu perasaan semacam tidak bisa diatur atur, but we should know when to stop. Kita gak bisa membuang-buang waktu selamanya buat orang yang bahkan tidak menginginkan kita, face it : sometimes no matter how much you love someone, they just can’t love you back in the same way. Kalau terus terpaku melihat ke belakang, kamu  tidak  akan tahu apa yang ada di depan kan🙂. Kamu terlalu berharga dimiliki oleh seorang yang “tak pernah berjuang untuk medapatkan mu“. Patahkan hatimu sahabat, dan yakin suatu saat pria yang sama sempurnanya dengan dirimu akan datang untuk rela mengabdikan diri, hidupnya untuk kamu perempuan yang paling Ia cintai🙂

dan jikalau rasanya sakit, selamat! dengan rasa sakit itu, sekarang kamu sudah lebih dewasa, Eka sayang😉

The best remedy for those who are afraid, lonely or unhappy is to go outside, somewhere where they can be quiet, alone with the heavens, nature and God. Because only then does one feel that all is as it should be -Anne Frank-

Mataram, 14th January ’13 –05.15 am


32 thoughts on “On Principal [teruntuk sahabat]

  1. Sukaaaaa !!! ^^

    Yg berkuasa atas diri kita ya kita. Kalau kita memutuskan untuk move on, maka akan tersedia cara mudah untuk move on.

    Dimana ada keinginan disitu ada jalan.
    😉

  2. kita hanya berharap, hanya berusaha, tapi tak selamanya kenyataan itu sesuai dengan harapan….. yang lalu biarlah berlalu, jalan masih panjang songsonglah esok dengan harapan baru…..

  3. bismillah dulu, pasti bisa. positif thinking, dan mendekatlah, pasti akan dapat sesosok pangeran dengan wajah tampan dan baik hati lagi mencintai #aiihh😳

  4. kasihan banget ya 6 tahun mengharap yang itu aja, trus skrg pake patah hati pula.
    harus diajak jalan2 tuh, biar wawasannya bertambah luas. biar semangat gak terus berlutut dihadapan duka

  5. bener banget Mba Mil. Ga usah buang waktu dan perasaan untuk seseorang yang udah jelas memilih orang lain. Mudah memang dikatakan tapi berat dilaksanakan ya. Hehehe..
    Semoga temennya Mba Mila bisa segera move on

      1. waw … Ruri, belum mengerti apa yang dialami Ruri🙂 jadi bingung … intinya mungkin istikharah bisa membantu, semangattt🙂

  6. Assalaamu’alaikum wr.wb, Mila…..

    Cinta haruslah kerana Allah bukan kerana siapa-siapa.
    Kecewa itu perkara biasa sebagai tanda ujian agar jangan menjadikan cinta itu sebagai Tuhan.

    Mudahan akan terubat dengan mengingati Allah SWT. Jangan biar kehidupan indah ini berlalu hanya kerana kecewa cinta. Masih banyak perkara yang boleh membahagiakan kita. Jika ada jodoh, pasti akan ada yang lebih baik dari itu.

    Mila juga harus ingat semua ini sebagai pengajaran.
    Salam manis dari bunda.😀

Tulis komentar mu, kawan :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s