Mitsaqan Ghaliza

nikah.jpg.

Aku merasa tak pantas mengatakan bahwa aku adalah wanita berbeda…
Tetapi aku ingin belajar… aku juga ingin menjadi salah satu wanita khusus tersebut…
Wanita yg diperuntukkan bagi lelaki yang baik… Lelaki ahli syurga…
Meski seringkali jatuh, aku ingin mencoba untuk bangkit lagi, mencoba lagi…

Meski aku berkali2 gagal, namun aku ingin meraihnya…
Aku ingin meraihnya…

Beberapa hari terakhir, saya dan teman sekantor sedang intens membicarakan mengenai pernikahan:mrgreen:. Bukan persiapan mengenai hal tersebut yang kami bicarakan, melainkan obrolan  filosofis mengenai ketakutan kami akan pernikahan, rasa penasaran siapa yang akan menjadi suami kami🙂, dan seperti apa kehidupan setelah pernikahan yang kami inginkan. Suasana kantor saya memang ibu ibu banget, karena hanya kami “segelintir” yang masih bertahan dengan status ini😛

Random saja, dan sampai juga obrolan mengenai orang seperti apa yang ingin kami jadikan teman hidup🙂. Kawan saya berkata “yang penting satu interest” dan kami juga sepakat “satu humor”. Kami tidak bisa membayangkan hidup dengan orang yang selera humornya beda. Rasa-rasanya kami tidak bisa berpura-pura ketawa sampai seumur hidup😦, dan kawan saya yang lain mengatakan “yang penting kita nyaman dengan dia”, yups saya sangat sangat sepakat. Namun, bukankah bersama teman juga kita bisa merasa nyaman? dan itu jawaban bagi saya [maybe] bahwa tidak masalah bagi saya menikah dengan seorang teman daripada saya menikah dengan orang yang saya cinta tapi tidak nyaman. Bagi kami, cinta itu hanya sesuatu rasa akibat otak yang ditipu hormon. Namun, bagi saya yang paling penting adalah mendapatkan suami yang memiliki satu visi dan sejalan dengan saya mengenai beberapa hal yang saya anggap principal

Nah, karena seringnya saya mendengar obrolan macam ini tiba-tiba saja kepikiran pertanyaan “Kenapa Allah memberikan ganjaran yang sangat besar bagi sebuah pernikahan ya? Sampai-sampai nilainya setengah Din?”

Jawaban kawan saya karena kita bisa saling menguatkan dalam ibadah dan keimanan dalam pernikahan, juga ada ibadah yang hanya bisa dilakukan dalam pernikahan misalnya melahirkan generasi islami

Pendapat saya karena sebuah pernikahan itu, begitu berat perjalanan yang akan dilalui. Maka nilainya setengah agama. Ada tiga hal dalam Al-qur’an yang termasuk perjanjian berat yang arsy bergetar ketika disebutkan, salah satunya adalah ijab qabul pernikahan. Wah ini ternyata yang namanya Mitsaqan Ghaliza. Makin beban aja rasanya Ya Robb😛

Daaan, kalau boleh jujur saya semakin takut dengan pernikahan, saya tidak membayangkan ketika biasanya sudah terbiasa hidup dengan ayah, ibu dan keluarga dan tiba tiba hidup dengan orang yang sebelumnya asing dengan saya dalam hal ini dalam tali pernikahan yang notabene SEUMUR HIDUP saya. Bukan karena saya takut kecewa dan tidak sesuai harapan dengan sang pria, tetapi saya lebih takut sang pria itu yang kecewa terhadap saya. Saya yakin pasti bisa mendapatakan pria yang baik, tetapi apakah saya cukup baik untuk pria baik tersebut?😦 baik disini tentu saja relative ya … hufth

Dan sebuah cerita kecil nan manis yang saya temukan, penenang jiwa yang senantiasa “rapuh”🙂

Ketika Akhwat Jatuh Cinta..
Bukan harapan untuk bertemu yang mereka nantikan, tapi yang ada adalah rasa ingin menghindar dan menjauh dari orang tersebut..
Tak ada kata-kata cinta dan rayuan..
Yang ada adalah kekhawatiran yang amat sangat, akan hati yang mulai merindukan lelaki yang belum halal atau bahkan tak akan pernah halal baginya.
Ketika mereka jatuh cinta, maka perhatikanlah, kegelisahan di hatinya yang tak mampu lagi memberikan ketenangan di wajahnya yang dulu teduh.
Mereka akan terus berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya. Bahkan kendati dia harus menghilang, maka itu pun akan mereka lakukan.
Alangka kasihannya jika akhwat jatuh cinta..
Karena yang ada adalah penderitaan..
Tapi ukhti..
Bersabarlah..
Jadikan ini ujian dari Rabbmu…
Matikan rasa itu secepatnya. Pasang tembok pembatas antara kau dan dia…
Pasang duri dalam hatimu, agar rasa itu tak tumbuh bersemai…
Cuci dengan air mata penyesalan akan hijab yang sempat tersingkap…
Putar balik kemudi hatimu, agar rasa itu tetap terarah hanya padaNya…
Pupuskan rasa rindu padanya dan kembalikan dalam hatimu rasa rindu akan cinta Rabbmu…
Ukhti… Jangan khawatir kau akan kehilangan cintanya..
Karena bila memang kalian ditakdirkan bersama, maka tak akan ada yang dapat mencegah kalian bersatu…
Tapi ketahuilah, bagaimana pun usaha kalian untuk bersatu, jika Allah tak menghendakinya, maka tak akan pernah kalian bersatu..
Ukhti… Bersabarlah… Biarkan Allah yang mengaturnya…
Maka yakinlah… Semuanya akan baik-baik saja…
Semua Akan Indah Pada Waktunya…

By: Ummu Sa’ad ‘Aztriana’

“Rencana Allah pasti indah”, saat berada pada suatu kondisi yang tidak saya rencanakan atau bahkan tidak saya inginkan kalimat inilah yang membuat saya tetap berpikir positif dan berlapang dada. Membuat saya tetap berprasangka baik terhadap Dzat yang Maha Baik. Seseorang pernah berkata kepada saya, bahwa Allah mengikuti prasangka hamba-nya, maka berprasangka baiklah terhadap-Nya, jika kita selalu memiliki prasangka baik dan berpikiran positif maka akan memberikan dampak yang positif juga terhadap diri kita. Melakukan segalanya dengan lapang dada meskipun hal tersebut tidak sesuai dengan keinginannya. Sebaliknya, jika kita selalu mengeluh dan sibuk untuk berpikir mengapa begini, bukan begitu, seharusnya saya begini, harusnya begitu, hati juga akan merasa lelah hingga akhirnya habis energi hanya untuk mengeluh tanpa melakukan perubahan. Semoga Allah selalu menjaga hati-hati kita untuk terus istiqomah, berbaik sangka kepada Allah. Aamin

*** Sejuta kata takkan pernah bisa lisankan maksud rasaku ini, Cinta …. Mataram-Aikmel, 6th Dec 2012, 09.30 pm


72 thoughts on “Mitsaqan Ghaliza

  1. “satu interest atau satu humor” sepertinya tidak harus juga Mila…. justru jika ada “beda”nya malah lebih seru. Yang suka humor bisa menghibur yg sense of humor-nya dikit tp sebaliknya bisa menjaga agar yang suka humor jangan jadi malah kebablasan🙂

  2. salam kenal mba Mila🙂
    ah rencana Sang Maha Cinta selalu yang terbaik🙂
    semoga segera dipertemukan dengan jodohnya ya mba🙂
    semoga mendapat imam yang baik dunia hingga akherat🙂

  3. Hehehe. Jadi inget dulu saya bilang “I can’t imagine myself as a family man at lest for the next 5 years”, eh tetiba aja pas ketemu ama (calon) istri bisa menikah dalam waktu kurang dari setahun. Allah maha membolak-nalik hati kok. Tenang aja. Jangan terlalu takut dan buka hati.🙂

  4. Meskipun demikian, Allah tetap menciptakan manusia itu berpasang-pasangan sesuai dengan firmanNya. Saya setuju dengan mas Dani Rachmat, karena Allah sebegitu gampangnya untuk membolak-balik hati manusia sehingga ketakutan yang terjadi bisa saja kemudian menghilang setelah melaksanakan pernikahan.

  5. Assalaamu’alaikum wr.wb, Mila…

    Selalu ada ‘setan’ yang coba menggugat manusia dari membina “masjid”.
    Nikah banyak manfaat dari mudharatnya jika faham tentang konsep nikah. Mencari jodoh memang bukan mudah tetapi BERDOALAH.

    Doa adalah senjata bagi mukminin. Jangan lupa, cubalah mencintai mereka yang bener-bener mencintai kita bukan yang kita cintai sebener-benernya.

    Semoga beroleh jodoh yang soleh, Mila.
    Salam manis dari bunda.😀

  6. ada crita dy kakak kelasku ahwat, dy terlalu mentingin karir ampe lupa ma hal nikah ama umur’y lbih dr 30th(entah ampe kapan dy). Sy inget hadis nabi, “nikah a/ sunahku, yg tidak-berlama lama dlm nikah bukan umatku”. Info’y bagi wanita blom nikah lbih dr 34, mnurut dokter akan susah peroleh kturunan nanti’y..moga ad hikmah’y mila..

  7. Nikah amat sangat dianjurkan oleh Rassululloh bagi muslimin/muslimat yg telah dewasa, sampai2 rasulullloh memerintahkan agar berpuasa jika belum mampu menikah, karena mampu menahan pandangan, dan syahwat. Kalau materi yg ukhti khawatirkan untuk menikah, maka LA TAHZAN, InnAlloha Maana. Pengalaman pribadi, sy mnikah dengan hanya memiliki modal kurang dari 2juta, tetapi bisa menikah dengan resepsi yg terbilang wah bagi saya, Ada tenda yg amat besar, pelaminan yg wah dengan bunga2 yg semerbak harumnya, hidangan2 lezat seperti hidangan resepsi pada umumnya. ternyata Alloh memberikan kemudahan, dengan jalan semuanya itu dibayarkan setelah resepsi. Dan Alhamdulillah semua terbayar. Klo calon yg terbaik yg diminta, hanya Alloh yg mengetahui yg terbiak untuk kita. Tp yg jelas jngan terlalu memilih, karena pernikahan adalah untuk saling menyempurnakan dari segala kekurangan kita dan pasangan. Pernikahan adalah solusi hidup terbaik bagi manusia sang kholifa fil ardi.

  8. jadi ingin segera menggenapkan setengah dien ini. he..he.. semoga Allah lapangkan jalan bagi kami yang tengah meniti jalan menuju langkah yang insyaallah Allah Ridhoi.

  9. yg sy rasakan pernikahan yg asik adalah org yg banyak perbedaannya sl jd banyak tantangannya n banyak juga ladang ibadah dr kesabaran qta. namun syg sy hnya sbntr menikmatinya sl suami sy di panggil duluan ole Allah.

  10. menikah berarti nilainya setengah dien… karena dengan pernikahan segala kebaikan akan bernilai ibadah dan bernilai pahala… uang yang diberikan suami untuk istri akan berpahala, beda bila uang itu diberikan pada sang pacar, malah bisa jadi dosa. Banyak hal-hal yang dulunya dosa bisa jadi pahala, membelai rambut istri, mencium istri, bahkan berjima’pun bernilai ibadah dan berpahala… belum nanti bila mendidik anak, dll, dsb, dan seterusnya…………. semoga segera mendapatkan jodoh yang terbaik menurut Allah subhanahu wa ta’ala, karena kalau baik menurut manusia kadang akan membuat kecewa……

  11. Saya turut mengamini. ..🙂

    Saya sudah mambaca buku “nikah sekrang, siapa takut”.
    Saat membaca sih iya, pingin sekali cepat2 nikah, tapi dikemudian hari saya kembali takuut booooo.😆

    Benar sekali, yang terpenting adalah rasa nyaman. . .🙂
    Terus, kapan mba mila nikah? bhuhuhhuhuu

Tulis komentar mu, kawan :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s