Berkawan Pertanyaan

Hidup adalah pertanyaan, hidup itu perpindahan dari pertanyaan satu ke pertanyaan lainnya, of course karena memang tak ada yang pasti di hidup ini kecuali KEMATIAN kan, jadi siapapun wajar ingin mengetahui kehidupan apa yang akan dialaminya setelah ini, setelah itu begitu seterusnya sampai KEMATIAN menjemput. Hmm … tak terkecuali untuk hidup kita, bukan hanya diri sendiri yang penasaran tapi orang orang disekitar tak kalah ingin tahunya akan seperti apa hidup kita di masa mendatang🙂, heran juga  … hidup itu kan misteri, jadi ngapain juga menanyakan pertanyaan yang kita sendiri juga tak tahu jawabannya ya gag😛

Saya tahu, pada dasarnya mereka yang menayakan itu adalah orang yang peduli akan kehidupan kita, peduli itu tanda sayang bukan🙂, dan akan menjadi tidak nyaman rasanya jika pertanyaan itu datang berkali kali sampai bosan juga mendengarnya😦

Dan inilah pertanyaan yang sudah saya rasakan hingga detik ini :

kapan LULUS?
pertanyaan yang sering terdengar jika sudah menginjak semester akhir study, tidak perduli betapa beratnya perjuangan yang namanya LULUS secara tidak langsung mengobarkan semangat untuk sekedar mengenakan toga … namun setelah lulus, pertanyaan lain muncul lagi…

kapan BEKERJA?
lulus kuliah tanpa pekerjaan, seperti lauk tanpa garam kata Inul, hambar🙂, memangnya gampang apa mencari serupiah juga apalagi di zaman berUANG seperti sekarang, walaupun dengan gaji yang tak sampai seratus ribu sekalipun dan pekerja kasar kan juga bekerja namanya asal tak berdiam diri mengharapkan sesuap nasi dari orang tua lagi… namun, setelah pekerjaan di peroleh dan kehidupan pun sedikit demi sedikit mulai mapan, pertanyaan lain kembali muncul…

kapan NIKAH?
uuh… apalagi jika sudah menginjak umur 22 – 25 tahun khususnya untuk perempuan, masa masa GALAU yang KATANYA sudah harus mencari pasangan hidup, pertanyaan macam ini serasa menghujam dari berbagai sudut, jika sudah ada yang menanyakan ini memangnya harus ngapain? mesem mesem sambil bilang doakan secepatnya gitu😛. Setiap orang punya cerita hidup masing masing kan, tidak ada alasan untuk ragu melangkah hanya karena satu pertanyaan yang menciutkan … melihat sahabat seumuran yang jauh lebih dulu menyempurnakan separuh agamanya, sedang menanti anggota baru dalam keluarga bahagianya dan adapula yang sudah dua kali ke pelaminan😛

Dan sebagai seorang wanita normal siapapun pasti ingin merasakan tahapan kehidupan tersebut, ingin menjadi ISTRI dan IBU, saya katakan ini sebagai  NALURI yang dianugerahkan Allah … pasti akan tiba saat itu, tenang saja itu juga yang dikatakan Allah kan ya … jika bukan jodoh di dunia yakin akan dipertemukan di akhirat kelak, jadi siapa bilang obat galau itu cuma menikah😛 kita hanya menunggu, menunggu jodoh yang sudah dipilihkan Allah jauuuuuh sebelum kita terlahir kedunia🙂, yang terbaik dari yang terbaik … yakin dehhh🙂. Oke dan saya membayangkan jika sudah menikah nanti pasti hidup akan terasa bahagiaaaaa karena lepas dari pertanyaan kapan saya menikah tadi… eits, bersiaplah setelah ini badai masalah akan menerjang, masalah kehidupan, perbedaan, ataupun hal hal kecil rumah tangga lainnya yang membutuhkan kesabaran yang luar biasa dari pasangan, setenang apapun kelihatannya kehidupan berumah tangga pastiii ada saja kerikil kerikil tajam yang harus dilalui jadi intinya mengharapkan kehidupan exactly the-ever-after-happiness itu ternyata gag mungkin. Yang mungkin adalah kita berdoa untuk keberkahan di dalam keluarga kita, di kala senang atau susah, siip Mil🙂

Saya ingat  obrolan dengan teman kantor saya yang sudah hampir 3 tahun menikah belum juga dikarunia buah hati, menangis ketika mengetahui hari ini ternyata menstruasinya datang … perih saya melihat ketika rencana sahabat saya untuk hamil belum diijinkan Allah. Dan ada lagi teman kantor saya yang bingung masalah keuangan ketika sudah dihadapkan dengan 2 anak yang masih sangat kecil, kebutuhan rumah tangga yang membengkak, cicilan rumah, belum lagi masalah dengan warisan keluarganya, saya tidak membayangkan bila berada diposisi sahabat saya ini … Ya Allah begini dilema jika sudah berumah tangga, saya masih bersyukur belum diberikan kesempatan menghadapi hal ini, ngeriiii😦

Haaha … sejujurnya saya sendiri masih merasa belum punya bayangan SEDIKITPUN untuk ini, kapan??dengan siapa??dimana?? sepertinya akan tetap menjadi misteri hingga Allah menganugerahkan orang yang membawa separuh Dien-saya nantinya🙂. Saya dulu pernah berdoa untuk tidak menikah dulu sebelum orang tua saya mengatakan saya sudah cukup membahagiakan beliau :)  dan saya yakin Allah sedang mengabulkan doa saya, belum mampu mempersembahkan apapun untuk beliau hingga detik ini😦, ambil hikmahnya saja. Dan tentu saja target itu penting, namanya juga usaha wanita kan juga punya batas waktu sehat untuk bereproduksi, beda dengan laki laki🙂 dan seperti saya rencana saya sejak dulu dulu🙂, [jika memang waktunya tiba] saya ingin mempunyai keluarga kecil saya tepat di ulang tahun ke 25 saya , amiin … aminin donk🙂

Amiin Ya Robb

“ada yang sepatutnya kita biarkan saja menjadi rahasia-Nya sampai Dia berkenan membukanya pada kita.
tugas kita hanya mengoptimalkan ikhtiar yang kita bisa, dan patuh pada aturan main-Nya.
berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan kenyataan, berdamai dengan waktu hingga Dia berkenan membuka kotak pandora itu pada kita.
sebab setiap laut ada ombaknya, setiap langit punya bintangnya.
maka jadilah pelaut yang tangguh, dan penanti bintang yang setia.
lepaskan saja, biarkan mekanisme langit yang bekerja..”

Akhirnya tahun pun berganti, semakin berkurang kesempatan untuk memperbaiki diri … tapi tak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri kan …  Selamat tahun baru 1434 H kawan🙂 niatkan semakin baik di tahun depan, amiin


41 thoughts on “Berkawan Pertanyaan

  1. berarti kita sedang dalam posisi yang sama,pada posisi pertanyaan ke tiga..😀

    tapi karena saya lelaki, ya saya sendiri yang harus memnentukan kapan saya akan memgakhiri masa lajang saya sendiri..🙂

  2. umur, jodoh, rezeki, jabatan, Allah yg nentuin Mila tp cuma 10%(dri kehidupan terdiri dr apa yg tjadi pd Mila-Kita smacam takdir). Sisa’y 90% dr kehidupan dtentukan oleh bagaimana Mila beraksi thadap situasi-situasi(Mila yg nentuin mo dibawa kmana ttg kehidupanmu).

  3. posting yang bagus kawan..:) iya betul suka males juga nanggepin pertanyaan2 yang kita sendiri nggak tau jawaban nya..oia 1 poin lagi..kapan punya anak..sampai bosen juga saya nanggepin kaya gt..salam kenal ya..nama kita sama🙂

  4. pertanyaannya masih akan terus berlanjut. kalau udah menikah, “anaknya udah berapa ?” lalu “anaknya sekolah dimana ?” hehehe dan begitu seterusnya😀

  5. Hidup, mati dan jodoh manusia hanya Allah yang tahu jadi untuk menjawabnya “kapan” kita pun tak tahu pastinya. yang hanya bisa dilakukan saat ini hanya mempantaskan diri dan menambah ilmu hingga kita dipertemukan dengan jodoh kita

  6. pertanyaan demi pertanyaan itu toh akan terjawab juga… tetap semangat mbak dalam menghadapi pertanyaan, biasanya hati akan menjawab setiap pertanyaan pada waktunya yang paling tepat… Allah tidak menyia-nyiakan hamba-Nya….🙂

Tulis komentar mu, kawan :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s