Cerita Penculikan, Ketidaktegaan, dan Kabar Gembira

Pukul 07.30 wita …

Pagi pagi kedatangan saya dikantor disambut dengan cerita heboh Bu. Rosa dan Bu. Irni tentang kasus komplotan penculik anak anak yang berkeliaran serempak di semua wilayah Lombok kemarin, merinding juga saya dengarnya ternyata memang bukan isu belaka, puluhan sms untuk waspada yang saya dapat semalam memang benar adanya. Dan ceritanya juga si komplotan penculik anak anak dibawah umur itu jumlahnya tidak satu atau dua orang tapi puluhan orang yang tersebar di desa desa untuk mencari anak anak kecil yang akan dibawa entah untuk apa, katanya sih untuk diambil organ tubuhnya dan sebagai tumbal … Ya Allah ngeriii😦, dan yang kemarin tertangkap di Polsek Kediri dekat rumah Bu. Rosa ada satu orang komplotan yang tertangkap basah merebut seorang anak balita dari gendongan ibunya untuk dibawa kabur, ckckck … gimana enggak masa yang sudah resah langsung menghajar si penculik dan dihakimi sampai tewas. Dan kekhawatiran tidak berhenti sampai disini masih banyak berkeliaran yang belum tertangkap, harus waspada deh membiarkan anak anak bermain sendiri di luar rumah yah … dan semoga kasus ini cepat diselesaikan pihak berwajib.

Pukul 09.30 teng …

waktunya untuk mendampingi ujian ulang phantom 3 orang mahasiswa tingkat akhir, penguji utamanya dr. Liliani yang sebenarnya sudah jengah untuk menguji🙂, alasannya karena ini adalah kali ketiga yang sebelumnya selalu dengan hasil TIDAK LULUS … saya sebagai pendamping juga sebenarnya tidak tahu harus mengatakan apa ketika ada mahasiswa yang sama sekali tidak mengalami peningkatan setelah diberikan kesempatan untuk ujian ulang, duh … jadi gemes, sepertinya mereka tidak punya usaha dan inisiatif untuk lulus tepat waktu, yasudahlah … dan hari ini H-2 Yudisium terakhir tibalah sudah dan siang ini saya dihadapkan dengan tangis mereka dimeja saya, memohon untuk diluluskan dengan hasil seadanya, lhoh … ini adalah kelemahan saya memang, selalu tidak tahan dengan tangis … tapi percuma juga dek😦, bahaya juga jika kami meluluskan mahasiswa tingkat akhir dengan kemampuan APN nol, plus tidak paham blas ilmu dasar kebidanan … masa sudah mau lulus belum bisa menghitung perkiraan lahir dan usia kehamilan, ckckc … karena itu juga menyangkut nama alumni jika sudah di lapangan nanti. Saya orangnya tidak tegaan sih … maafkan saya ya😦 kalian masih punya waktu untuk mengulang setahun kedepan, belajar lagi ya …

Pukul 14.00 Wita

Waktunya menguji KTI untuk 2 orang mahasiswa tingkat akhir bertiga dengan mbak Dev dan Pak Ir, duh … baru sekarang kerasa capeknya, masukan sederhana saya untuk Afriani dan Dewi … selamat ya LULUS🙂, siapin deh tu kebaya🙂

Pukul 16.25 wita …

Pulang dengan tentengan nasi kotak dan kertas konsulan kasus 32 minggu tingkat tiga baru yang super berat ittuh:mrgreen:

17.00 wita …

Hape saya berdering, ada 2 pesan baru di inbox … ari sahabat saya dengan ekspresi senangnya mengatakan sudah tinggal menunggu hari lahirnya si malaikat kecil … terakhir sms Rini dengan H-2 minggu weddingnya plus ekspresi datar klo ternyata orang dipingit itu ga enak ya, hahaha …

Ya ALLAH terimakasih atas semua peristiwa hari ini, dan kabar gembira dari sahabat tercinta saya, melelahkan tapi Subhanallah luar biasa rasa ini … hampir lupa sebentar lagi Ied Adha, yuk kurban dan jangan lupa puasa Arafah hari kamis nanti yah 🙂

 

***Karang Pule, 23rd Oct 2012


22 thoughts on “Cerita Penculikan, Ketidaktegaan, dan Kabar Gembira

  1. Kunjungan malam…:D

    saya liat kemarin2 berita ditv Kalau ada penculik di hakimi masa tanpa pri kemanusiaan…
    miris…kejam…di kantor polisi..
    karena isu sms gelap dari kapolres…

  2. Penculikan anak itu kasus yang kejam, beneran kalo masyarakat sampe emosi pengin mukulin pelaku. Gak mikir gimana ortunya, kalo barang bisa diganti dan dicari lagi, lha kalo anak? gimana nyarinya *emosi*
    Kok saya yang emosi ya mbak, hehe..
    salam kenal🙂

  3. kasus penculikan anak-anak menakutkan ya..
    mudahan ga sampai kesini,, saat ini maraknya, cuma kedok penculikan, mereka minta uang sekian.. padahal anaknya ga apa-apa.. bagi orang tua anaknya tidak kelihatan batang hidungnya cukup panik saat menerima telepon seperti ini.. mudahan Allah lindungi..

  4. Dalam sehari, peristiwa yg kita temui emang beragam ya ka. Mulai dari senang sampe sedih yg bisa bikin nangis bombay. Tapi mudah2an semuanya ada hikmahnya ya ka

Tulis komentar mu, kawan :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s