My patients My teacher

Alhamdulillahirobbil’alamin …

Bersyukur tak terhingga atas guratan takdirMu atas saya hingga kini ya Robb, termasuk profesi saya kini … begitu banyak pengalaman yang saya dapatkan hanya dari merenungi kegiatan saya dan segelintir pasien yang semenjak pagi hilir mudik ke Puskesmas. Haa … mengapa begitu banyak yang melahirkan hari ini, tanyanya ngaco ah Mil, bukannya proses reproduksi itu akan terus berlangsung sepanjang hidup manusia yah🙂. Subhanallah jadi ibu itu ya … entah berapa sering saya menyaksikan kelahiran manusia suci ke bumi, tapi sungguh sangat sedikit saya merenungi hikmah di dalamnya, bagaimana dulu ibu kita bersakit sakit saat memperjuangkan kelahiran kita😦. Untuk itulah saya samasekali tidak bisa marah bagaimanapun tidak kooperatifnya pasien yang saya tangani, tidak tega jika ada teman seprofesi saya yang sampai membentak pasien karena tidak pandai mengedan, menolak tindakan yang sebenarnya untuk kebaikan pasien itu sendiri, sungguh saya tidak bisa mengingat cepat atau lambat saya pasti akan merasakan bagaimana sakitnya proses ini

Ibu hamil itu unik, dan sebenarnya ibu hamil itu adalah sama seperti orang sakit yang harus dijaga kondisi badannya karena membawa jiwa baru selama 9 bulan, menahan tambahan bobot tubuh hampir belasan kilogram di  perutnya. Beragam kondisi pasien sudah saya temui, contohnya hari ini sebut saja Ny. T 33 tahun G3P0A2 itu artinya sebelumnya  si ibu sudah dua kali hamil akan tetapi selalu keguguran, hingga kehamilan ketiganya kini sukses menginjak 9 bulan akan tetapi harus dihadapi si ibu dengan tidak menyenangkan. Yups … pre eklampsi berat dengan tekanan darah 180/120 mmHg dan protein urine +3, kegawatan kebidanan pasti karena bisa saja terjadi kejang …  [lagi] tidak tega harus menyaksikan air mata si ibu dan keluarganya ketika saya menjelaskan bahwa persalinannya tidak bisa kami tolong karena harus dirujuk ke fasilitas kesehatan setingkat RSUD yang memiliki fasilitas yang lebih lengkap, belum lagi menderita panasnya cairan MgSO4 yang disuntikkan lewat vena, pikir saya kasihan sekali si ibu karena  kehamilan emasnya kali ini harus menemui kondisi yang siapapun pasti tidak ingin mengalaminya, perjuanganmu ibu😦

Hasil perenungan jaga di VK saya hari ini. Hikmahnya bisa disimpulin sendiri-sendiri ya teman. Salah satunya tentu saja untuk saya, orangtua kita pantas dihormati, lebih daripada atasan atau senior, lebih dari siapapun. Merasa kurang ajar kan jika sampai membentak atasan? apalagi orangtua. Note to self … Jaga nada bicara, jaga kelakuan, jaga nama baik,  jangan membuat kecewa, berdoa tidak putus-putusnya buat mereka

Life’s unpredictable, my patients are the best teacher. Mereka adalah pengingat nyata dari Allah, tentang satu hal yang diulang-ulang 31 kali dalam surat-Nya. Satu hal yang masih sering saya lupakan…

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

(QS. Ar-Rahman: 13)

 

pic here n here


84 thoughts on “My patients My teacher

  1. jadinya ibu tadi bisa melahirkan nggak mbak?😕 *jadi ikutan cemas*
    pekerjannya mbak mila amazing…bisa mengajarkan rahasia2 Ilahi. Subhanallah

  2. Wah … pasti Mbak Mil tetap profesional ya, menyembunyikan kesedihan … luar biasa pokoknya para bidan ini. Berkat bidan, saya juga bisa lahir ke dunia. Wah, jadi ingat ibuuuu😐

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb, Mila

    Semoga Allah memberkati seluruh para ibu di dunia ini. Sakit melahirkan manusia adalah penyakit yang tidak punya ubat kecuali kelahiran sahaja. Itulah pengorbanan seorang ibu.

    Bunda harap Mila jangan sekali mencaci atau marah-marah pada mereka yang bisa meningkatkan emosi para bidan dalam masa-masa tidak terduga. Mereka adalah pejuang yang sedang berjuang dengan maut. Mereka memerlukan simpati dan empati pada saat yang kritikal itu.

    Jika ibu itu muslim, mereka telah diampuni Allah segala dosannya. Dan doa mereka yang tidak ada dosa saat melahirkan anak ada dimakbulkan Allah. Berilah semangat dan berkata baiklah kepada mereka.

    Orang yang sakit harus dijaga hatinya dengan tutur kata yang baik kerana mereka akan selalu ingat saat peristiwa melahirkan dan siapa yang membantu mereka. Mereka akan bercerita dengan anak-anak dan saudara mereka saat kelahiran itu berlaku. Jika baik bidannya akan dipuji dan didoakan. Jika sebaliknya, akan dimarahi dan tidak ingin dikenang. Sabar ajalah ya, Mila. Tugasmu sangat mulia di sisi Allah dan manusia.

    Salam mesra dari bunda.😀

    1. Wa’alaikumussalam Bunda …

      pelajaran besar bagi saya Bunda, bukankah kita harus memperlakukan orang seperti kita ingin diperlakukan yah ….dan InsyaAllah selalu bebuat baik agar kebaikan itu juga hadir dalam hidup kita Bunda

      trims nasihatnyah🙂

  4. seorang ibu menjadi ‘sempurna’ ketika melahirkan seorang bayi titipan Allah SWT kedunia.😀
    Subhanallah, jadi renungan yang baik utk kita

  5. Kasih tau teman-temannya jangan suka membentak pasien ya, Mila.. Ntar pasiennya kabur semua. Hehehe… Kasian kan calon ibu yang berdarah-darah dan kesakitan luar biasa saat melahirkan anaknya…..

  6. Koq jadi pingin profesi bidan ya, turut menyaksikan si kecil lahir di dunia.🙂

    Benar kata Om Bens, perjuangan dan kasih sayang ibu tak kan pernah tergantikan. . .🙂
    Tetap bersyukur atas profesi sekarang ya, Mba. ^_*

  7. ahhh membaca tulisan ini mencampur aduk perasaan saya uhuk …
    tapi gimana juga saya harus tetap bersyukur atas apa yang sudah Allah kasih sampai hari ini, sambil berdoa semoga disegerakan waktu untuk merasakan menjadi perempuan yang utuh.

    beruntung sekali mbak mila ya, dan arif sekali mencermati pesan Allah dari kejadian keseharian🙂

  8. Profesi mbak menjadi sarana untuk melembutkan hatinya mbak… senang ya jadi bidan.. kapan2 kalo saya mau melahirkan, saya mengundang mbak Mila apa boleh? hehehe😀

  9. Alhamdulillah hingga saat ini saya masih dapat melihat Ibu tersenyum. Terimakasih yang tak terhingga buat Ibu yang telah membesarkanku.🙂

  10. jadi inget saat istri saat mau melahirkan, mungkin karena belum berpengalaman baru mules udah di kira mau melahirkan, ahirnya di bawa ke reni medica sampai di sana di periksa dan di suruh nunggu… tunggu punya tunggu sampai satu hari satu malam, jabang bayi belum mau keluar.. ahirnya pulang kembali dan baru beberapa hari kemudian melahirkan..

    dari mulai mengandung sampai membesarkan, perjuangan dan pengorbanan ibu itu tulus tanpa pamrih…

  11. Setuju banget! Banyak hal yang bisa kita pelajari dari pasien2 kita mengenai peran setiap orang. Peran seorang ibu saat di VK, peran seorang suami yang gelisah di ruang tunggu, peran seorang ibu yang akan mengajari anaknya cara menjadi ibu, dll…
    Di puskesmasku lagi jarang ada partus nih, kebetulan ibu inpartu yang datang pada disertai penyulit. Dirujuk deh…

  12. Ibu adalah kebahagiaan bagi yang menyadari, dan kebinasaan bagi yang mendurhakai, bagaimana tidak, dengannya seseorang bisa memasuki surga dan dengannya pula ia bisa berakhir dengan neraka🙂
    Salam hangat bagi teman-teman yang berbakti kepada ibunya karena cinta …
    Buat Sang Dokter Mila, tulisan anda sangat menggugah saya, salam kenal di awal kunjungan saya…
    Syukran.

  13. Kalo denger ttg orang hamil itu dilema, sebetulnya seneng, tapi lebih banyak merinding membayangkan (membawa beban sebegitu berat) woooohhhhhhh ….. tidak bisa membayangkan nyerinya di perut…

Tulis komentar mu, kawan :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s