Memupuk Keberanian

Dag Dig Dug … inilah yag akhir akhir ini saya rasakan, satu minggu berturut turut skot jantung karena pasien patologis yang datang silih berganti , insomnia pasti!!! Tapi inilah resikonya, bukankah Bidan adalah makhluk yang tidurnya tak pernah nyenyak😳 Hee… sudah hal yang lumrah jika tengah malam tidur saya rusak karena digedor pasien yang hampir brojol, perdarahan, syok dan yang sejenisnya. Jika sudah begini siapa yang bisa tidur lagi, apalagi saat sedang piket malam sendirian hanya ada saya yang masih baru dan masih kurang berpengalaman, untuk itulah dituntut berani mengambil tindakan secara cepat dan tepat untuk keselamatan semua.

Tidak gampang memang, saya selalu berdoa semoga tak pernah terjadi apa apa jika sedang jaga sendiri, tapi dipikir lagi bagaimana mungkin saya bisa belajar jika selalu berharap begini😦, intinya saya harus belajar banyak…banyaaak sekali malah!. Pernah suatu kali saya dihadapkan pada kasus perdarahan pasca bersalin karena kurangnya kontraksi rahim ketika plasenta bayi sudah lahir, normalnya setelah bayi dan plasenta lahir rahim akan mengeras dan berkontraksi yang akan menjepit pembuluh darah sehingga darah tidak keluar terlalu banyak… bisa dibayangkan paniknya saya melihat darah yang terus megucur bagai keran air, disinilah saya dituntut untuk bisa menangani kegawatan yang kadang tak diduga datangnya, uhh… jika mengingat ini, sebuah pengalaman sangat berharga yang membuat saya sedikit demi sedikit melawan rasa takut. Saya percaya bila sudah memiliki niat baik untuk membantu sesama Allah pasti bersama kita, so don’t be afraid

Dan tahu tidak temans, jika ada seseorang yang berterimakasih karena telah menyelamatkannya keluar dari keadaan bahaya disinilah letaknya BAHAGIA, saya sering mengalaminya ….  melihat pasien yang saya tolong kelahirannya merasa bahagia karena telah bersalin selamat dan bayinya sehat, sungguh rasanya tak ingin mengharapkan imbalan apapun jika sudah begini , berapa sih bayaran untuk jasa Bidan? sama sekali tidak besar, apalagi sekarang ada yang namanya Jampersal, melahirkan semuanya gratis, tak dipungut biaya sepeserpun, tapi bicara materi memang tak ada habisnya … saya yakin Allah yang akan membalas semuanya, asal IKHLAS dari hati yang terdalam ya gag😛


44 thoughts on “Memupuk Keberanian

  1. bidan pasti akan selalu di butuhkan seumur hidup. percaya deh,

    boleh tanya ga? dulu ketika lahir saya kelilit ari-ari.. itu kenapa yah?

  2. bu bidan,, saya hanya bisa mendoakan saja dari jauh “semoga seiring bertambahnya pengalaman demi pengalaman yang nyata di alami akan membuat bu bidan semakin bertambah ilmunya”.

    selamat mengabdi…

  3. wah waaaah waaaaaaaah. . .

    salut saya sama mba Bidan?😆
    tetap semangat ya mba. . .
    idah yakiin, menanam hal yang baik maka akan tumbuh kebaikan pula.

    berbicara materi memang tidak ada habisnya, tetapi akan habis jika semua sudah kita serahkan sama yang maha kuasa. ^_*

  4. Assalaamu’alaikum wr.wb, Mila…

    Senang membaca pengalaman yang pastinya bisa mematangkan kehidupan Mila. Lakukan apa-apa sahaja tugas dengan ikhlas dan redha. Tugas yang disandang ini kan menjadi rezeki yang ditentukan Allah jalannya. Maka, maknai segala nikmat yang Allah kurniakan kepada kita.

    Semoga sukses dan keberaniannya semakin terserlah.😀

  5. sejenak saya membayangkan saya berada diantara cerita diatas, masya Alloh…… jadi sangat ber terimakasih kepada bidan2 teladan…. semoga dibalas dengan surga,,

Tulis komentar mu, kawan :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s