Bicara [pasangan] Idaman

Kemarin, saya bertemu sahabat lama… iya ternyata penjual kerupuk itu sahabat SMA saya, seorang laki laki tangguh [menurut saya] yang rela bekerja keras melakukan pekerjaan apapun untuk anak istrinya, jujur saya kagum akan tanggung jawabnya pada keluarga, dan saya ingat perkataannya “saya bukan orang berada, Mil… tapi beratnya beban keranjang kerupuk ini pasti takkan sebanding dengan berat beban dosa saya jika tak bisa menafkahi orang di rumah!”

haa….saya mulai berfikir, kira kira ada satu banding berapa ya laki laki seperti ini di dunia? ah…sungguh beruntung istrinya, semua wanita di dunia pasti menginginkan laki laki yang bertanggung jawab sebagai pasangannya, materi tidak lagi menjadi prioritas, percuma juga punya suami kaya materi tapi setianya tidak hanya dengan kita seorang😦

walaupun begitu materi juga tak dapat diabaikan jika sudah berumah tangga, CINTA saja ternyata tidak cukup, saling pengertian itu jauh lebih penting, jangan sampai deh pernikahan seperti film Blue Valentine yang berakhir tragis karena hanya bermodal cinta😦, maka penting juga memilih pasangan yang bisa diajak untuk hidup prihatin, jangan hanya mau senangnya saja, saat susahpun juga harus setia, ya gak?

tapi saya juga tidak setuju dengan orang yang terlalu kaku dalam hal memilih pasangan, bukannya Islam sudah menganjurkan agar AGAMA tetap jadi yang pertama…. dan saya yakin orang baik untuk orang baik begitu juga sebaliknya, jika ingin mendapatkan yang terbaik maka baikkan diri dulu hingga pantas dipasangkan.

saya senyum senyum sendiri ketika menyaksikan infotainment yang memberitakan bahwa mamahnya artis Julia Perez ingin sekali jika Jupe berjodoh dengan seorang ustadz… pikir saya, seaindainya Jupe berpakaian sopan dan islami layaknya ustadzah pasti ada jalan koq, iya kan tante😉. Allah kan maha adil…

Huaa….bicara pasangan ideal, ingin rasanya menjalani hari hari dengan pendamping hidup yang sudah dipilihkan Allah SWT. Berbagi kisah bersama, menanggung beban pun juga bersama. Tapi, kadangkala keinginan itu pun surut ketika pikiran sudah dipenuhi oleh hal hal yg rasional yang pada intinya blum siap lahir bathin:mrgreen:

seperti kata ibu, saya boleh menikah setelah punya rumah sendiri….haha, tentu saja ini cuma bercanda… tapi harus saya akui ibu sangat keras untuk hal yang beginian, saya dan adik saya dari kecil ditanamkan untuk senantiasa jadi perempuan yang kuat, harus bisa mandiri dan berdiri sendiri, tidak mudah bergantung dan diperdaya orang lain, apalagi jika sudah berumah tangga nanti… harus punya penghasilan sendiri tidak hanya mengandalkan pasangan, duh setuju banget deh sama ibu🙂

Lagipula, cita-cita saya masih banyak, impian saya juga masih banyak yang belum tercapai… Hmm…. sabarrrrrr, kata orang kita harus jalani apa yang ada di hadapan kita saat ini kan, karena “Hidupku adalah hari ini, bukan kemarin atau esok hari…”

ok deh, cemangudddddd Mil, pasti kan datang saat itu, hari dimana saya akan jadi orang paling berbahagia….. hmm, Amin🙂


129 thoughts on “Bicara [pasangan] Idaman

  1. kata-kata dari sobat itu sungguh menyentuh🙂
    semoga beliau langgeng dan menjadi keluarga yg mawaddah penuh berkah, teruntuk juga pemilik blog ini yg sedang bicara pasangan idaman😀

      1. mimpi itu sekalian mbak Mila.. jangan setengah- setengah..🙂 kalau diwujudin ya Alhamdulillah, kalau belum ya berarti diminta usaha lebih keras. Betulll??😀

  2. Spt postingannya mbak Ulfa, jangan harapkan laki2 sejantan Ali bin Abi Thalib jika diri tak seshalihah Fathimah binti Rasulullah… klo kbaliknnya? …🙂

  3. Mila, walau belum punya rumah sendiri … kalau jodoh dari pilihan-Nya sdh tiba … mampukah kita menolaknya? Yakinlah tidak ada satu kekuatan apapun yg mampu ‘berkata tidak …😀

  4. kalau menikah setelah punya rumah sendiri, mungkin saya tak berkesempatan untuk menikah, sekarang saja anak hampir masuk SD statusku masih juga kontraktor alias belum punya rumah dan sebagian besar teman-temanku disini juga belum punya meskioun anaknya sudah besar-besar

    1. hehhe…..

      perumpamaan yang ibu saya maksudkan adalah bagaimana caranya bisa mandiri dulu, entah itu bentuknya punya penghasilan sendiri atau yang lainnya….jika itu ternyata punya rumah sendiri, duh Alhamdulillah ya🙂

      Allah kan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan🙂

  5. Kalau saya sekarang masih single, nggak punya pacar. Hahaha…

    Saya sendiri punya prinsip mbak. Saya akan mencari pasangan ketika financial sudah kuat. Kalau belum, goodbye deh. Hehehe…

  6. Dan kesimpulan saya, nantinya orang yang ditakdirkan menjadi pasangan hidup mila adalah orang yang beruntung banget … mulia sekali cita-citanya …😀

    pokoknya ada saat dimana roda kehidupan rumah tangga harus berada di sisi bawah, yaitu saatnya untuk prihatin … dan itu akan menjadi kenangan ingah untuk dikenang …

    1. Saya setuju………

      saya yakin semua perempuan berfikir sama dengan saya🙂, setia itu hanya bisa dibuktikan saat berada di bawah…

  7. Iyaaa,,, setuju mil.. walau banyak pertentangan untuk jadi ibu yang stand by dirumah tapi itu gak masuk kategori dikeluarga aku. Perempuan itu haru bekerja dan punya penghasilan sendiri menurut ibu aku. Soalnya kalau terjadi sesuatu kita bisa mandiri, gak tumbang dan bisa bangkit🙂

    1. Setuju juga…

      kita sebagai perempuan harus berjaga2, seandainya terjadi apa2 [semoga tidak] dalam kehidupan berumah tangga nanti, perempuan itu pantang dipermainkan😉

  8. ketika ijab dan kobul telah di ucapkan, maka kedua mempelai-lah yang harus berusaha menjadikan diri mereka sebagai pasangan ideal yang sesungguhnya🙂

    1. setuju…

      siapapun yang akhirnya ditakdirkan ALLAH pada kita, maka itulah yang terbaik… saling menghormati dan mengasihi🙂

  9. saya ingin jadi suami idaman kelan🙂 – berjuang untuk keluarga dengan sepenuh hati dan mengharap ridho allah ( amin )

    salam persahabatan mbak mila🙂

    1. amin, pastinya jika ada niat yang baik…maka akan dimudahkanNya

      salam persahabatan juga, trims jejaknya di blog sderhana saya ya🙂

  10. iya, Mbak Mila, yang penting hari ini; mari kita kita perbaiki diri di hari ini, semoga esok kan menemukan pasangan idaman yang hari ini juga ia memperbaiki dirinya sebagaimana kita…. [meyakini kebenaran firman-Nya dalam an-Nuur ayat 26]

  11. menyentuh banget kata2nya
    yah, bicara pasangan ideal. kita cuma bisa meminta, Tuhan juga yang menentukan siapa yg bakal mndampingi kita.meski mungkin dia tdk sperti karakter ideal kita, bukankah tugas kita yang akan melengkapinya?🙂

  12. betul sekali, kalau kita mau diberikan yang terbaik maka kita juga harus jadi yang baik dulu..begitukan?

    Kalau mau dapat suami seperti Ali, maka kita harus memantaskan diri jadi fathimah..

    Yups salut dengan suami – suami yang benar – benar bertanggung jawab untuk keluarga nya..semoga nanti dimudahkan juga jalan nya untuk mila..

  13. tapi saya juga tidak setuju dengan orang yang terlalu kaku dalam hal memilih pasangan, bukannya Islam sudah menganjurkan agar AGAMA tetap jadi yang pertama…. dan saya yakin orang baik untuk orang baik begitu juga sebaliknya, jika ingin mendapatkan yang terbaik maka baikkan diri dulu hingga pantas dipasangkan.

    “Saya ini termasuk orang yg menutup semua prilaku baik saya di hadapan teman ataupun lawan jenis, hingga tak jarang mereka pikir saya orang yg suram, tak tau agama, tak berpendidikan sampai mereka menjauhi saya, saya ingin mengenal mereka tapi mereka seperti tak ingin mengenali saya lebih dekat..mereka selalu berpikiran negatif tentang saya, karena hari2 saya lebih byk bergaul di jalanan dan dandanan saya pun slengean…pdhal dbalik sepengetahuan mereka saya punya sebuah Usaha, saya sekolah dan saya juga pernah lama di pesantren…semua ini membuat saya selalu jauh dari cinta, walau ada cinta sejati saya di hati (Allah Swt dan Keluarga) tp saya pun ingin merasakan cinta dari sahabat dan istri saya kelak, tapi ini sulit 😦

    1. Bukankah Allah suka hamba yang bersabar akang🙂

      pasti nanti dituuuuuujukkan jalan terbaik, tak perduli anggapan orang yang penting kita sudah melakukan sebaik yang kita bisa… Allah pasti ngerti, lebih baik dicintai Allah kan daripada cinta makhluknya🙂

      semagatttttt😀

      1. Iya iya sumuhun aturnuhun neng haji, bener n 10 Jempol gajah buat neng haji🙂
        Jgn lupa mampir jg di blog aq ya neng haji

  14. bukan cemanguudd mbak, tapi cemungudh kakaaaaa!! hahahahha *jebakan alay*😀

    iya mbak bener, sebelum kita mengharapkan laki-laki yang baik untuk kita, ada baiknya kita memantaskan untuk menjadi baik terlebih dulu.. hmm, dhe suka kalo ngebahas masalah ini.. bikin jadi kepingin menikah muda aja.. ups.. nggak deng, kalo sekarang belum.. semoga mbak Mila segera menemukan jodohnya, dan bisa segera menyempurnakan setengah agama..🙂

    1. Wah beneran lho Dhe baru tau😛 mecoba alay tapi gag sukses🙂

      amin, mbak juga sebenernya pengen lhoh… tapi bukan jalannya kali ya…. ditakdirkan utk mapan dulu nih, heweeehe

  15. Assalaamu’alaikum wr.wb, Mila…

    Jika mahu yang terbaik, maka berdoalah untuk siapa yang terbaik pilihan kita.
    Jangan tunggu jika sudah ada yang mahu dan soleh.

    Bunda doakan yang terbaik buat Mila.
    Salam hangat selalu.😀

  16. “saya bukan orang berada, Mil… tapi beratnya beban keranjang kerupuk ini pasti takkan sebanding dengan berat beban dosa saya jika tak bisa menafkahi orang di rumah!”

    Saya suka ucapan sahabatmu, Mbak Mil😀

Tulis komentar mu, kawan :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s