Nikah=Merit=…?

Koleksi undangan pernikahan saya bertambah lagi🙂, hingga saat ini [yang saya tahu] sudah ada 6 sahabat satu kelas ketika saya D3 dulu menikah, iyah…satu persatu sahabat saya [memilih] mengakhiri masa lajangnya, menikah atau belum menikah memang pilihan…tidak ada seorangpun yang tahu persis kapan ia akan menikah bukan? Man purpose Allah dispose gitu🙂, Manusia berencana, Allah yang menentukan.

Ehm, satu dari 6 sahabat saya itu adalah Nana, sahabat dekat saya, sahabat sepermainan, sahabat gokil, sahabat yang selalu ada ketika masa-masa galau saya dengan makhluk yang bernama laki-laki [dulu], sahabat yang kisah ****nya hampir mirip dengan saya🙂,  ah betapa banyak arti Nana selama hampir 5 tahun hidup saya di Jogja, walau kadang-kadang saya sering menjadi tuman-nya🙂.

Sms Nana yang mengatakan bahwa akan menikah  hampir tak pernah saya gubris mengingat pribadi dia yang kadang suka bercanda, hee…dan hari ini Nana datang membawa undangan pernikahan warna biru nan cantik🙂, saya sebagai sahabat sudah tentu akan berbahagia, sungguh tidak menyangka sebelumnya bila mengingat dulu  saya dan dia pernah menangis untuk rasa yang sama, betapa kami  merasa tidak pernah beruntung dalam persoalan relationship🙂 Photobucket, dan sekarang takdir membuktikan bahwa Nana memperoleh yang terbaik, pria yang bisa membuat sahabat saya tersenyum bahagia, benarlah bahwa sungguh Allah akan memberikan ganti yang lebih baik untuk hal yang diambil-Nya, Subhanallah.

Selamat menempuh hidup baru untuk Nana dan Mas Fadel, semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rohmah, Aamiin

Mila, kapan?????

Jangan pernah tanyakan sesuatu yang saya juga tak tahu jawabannya ya🙂, beberapa waktu lalu saya pernah menulis tentang arti pernikahan setidaknya bagi diri saya, hmm…setiap orang punya takdirnya masing-masing, jadi tak perlu risau, kuncinya hanya percaya pada Allah. Saya sangat bersyukur dengan keadaan sekarang, masih diberikan kesempatan menuntut ilmu dan bergelut dengan urusan kuliah, semua teman saya memutuskan untuk menikah, karena mereka memang sudah bisa mencari penghasilan sendiri, ya gag? [menghibur diri sendiri]

Sejujurnya, menikah untuk saat ini masih sangaaad  jauh dipikiran saya, bukan tidak mau, tapi kembali lagi kepada hakikat menikah itu sendiri, siap lahir batin!  ibu, telah banyak menanamkan tentang arti pernikahan pada saya, bahwa wanita itu harus bisa berdiri sendiri, punya penghasilan sendiri sekaya apapun pasangan hidup saya kelakPhotobucket, tanpa mengenyampingkan suami sebagai kepala keluarga, intinya jangan pernah ada ketimpangan gender dalam rumah tangga🙂. Banyak yang mengatakan bahwa, untuk apa  sekolah tinggi yang pada akhirnya akan kembali juga ke dapur, eitsss….saya yakin yang mengatakan itu lupa bahwasanya anak-anak yang kuat dan cerdas hanya akan lahir dari perempuan yang cerdas kan yah🙂, tidak hanya cerdas otak tapi juga batin tentunya…

Mungkin hanya mimpi ketika 1-2 tahun ini mengharapkan akan seperti Nana😦 [koq pesimis]. Jadi tetap dengan motto saya, ingin menjalankan ini disaat  dan waktu yang tepat, tentu saja dengan orang yang terbaik menurut Allah, bukan menurut saya,  Aamiin


20 thoughts on “Nikah=Merit=…?

  1. yupz setuju mba,saya juga malah ga pingin ntar dpt calon yang kerjanya cuma diem di rumah,ngurus anak dan dapur. Memang pas anak2 masih kecil senengnya setengah mati tapi pas sudah besar sudah kuliah kayak saya kasihan bgt lihat ibu di rumah.ayah brangkat kerja pagi pulang malem sama kyk saya. Jadi nyaris di rumah cuma ada ibu yg klo sudah masak,nyuci,dll ya kerjanya cuma tidur klo ga nyetel tipi. Gitu terus pas saya perhati’in wktu libur kuliah😦

    Mila : Hmm mungkin itu salah satu bentuk nyatanya mas, tapi kembali lagi pada pilihan hidup masing masing
    bukankah hidup itu pilihan, life is choice gitu kata orang😆

  2. ehmm ya semoga cepet dpt jodoh ya.. amiin😀

    Mila : Amiin, saya sendiri juga berdoa demikian mas🙂

    tapi saya kembalikan pada Allah mas, terserah Allah mau ngasinya kapan🙂

  3. ^_^
    kembali pada fitrahnya …
    menjalani fase baru dalam kehidupan …
    barakallah tuk Nana … ^_^
    ‘n keep smile 4 u, teh Mila … semoga dalam waktu dekat menemukan tambatan hati yang insya Allah bisa menjadi imam untuk keluarga tercintanya …\

    Mila : Makasih ya doanya🙂

    teriring doa yang terbaik juga untuk Adia🙂

  4. mila aku se7 banget dgn pendapatmu … hidup dan pasangan hidup ada yg menentukan,
    Allah tidak akan sia-sia memberimu ‘pasangan hidup yg terbaik untukmu. itulah inti postinganmu ini Haqqul Yaqin …😛

    Mila : Aamiin, Yakin Allah akan memberikan yang terbaik untuk umatnya, PASTI!!!!

  5. Hehe…, saya juga ga tanya kapan??? Tapi, bagus ini tulisan. Penting untuk direnungkan. Makasih banyak ya…

    Ohya, setelah sekian lama belajar ngeblog, saya baru bisa caranya menaruh link sahabat di halaman blog saya, hehehe…. Sekarang saya minta izin memasang link blog sahabat di blog saya ya… Terima kasih banyak sebelum dan sesudahnya. Salam Blogger Persahabatan.

    Mila : Pengalaman hidup mas, Alhamdulillah bisa jadi pelajaran🙂

    linknya juga sudah nempel disamping🙂

  6. Tenang mil

    cpat atau lambat ..kalau uda jodoh pasti ga kemana2. .
    dan kalo uda dapat ,segeralah menikah.toh faedahnya banyak hehe

    Mila : Saya setuju bgd dah🙂

    bagaimanapun sejauh apapun berpisah, klo jodoh gag akan berpaling kan gitu yah😀

  7. mo gmn lagi jodo mah allah yg ngatur…
    terkadang yang terbaik menurut kita belum tentu itu yang terbaik menurutNya..??

    Mila : Setuju mas, sebenarnya untuk apa pusing mikirin jodoh, bila Allah berkehendak tak ada siapapun yang akan bisa berpaling, semoga Allah memberikan yang terabik, aaminn🙂

Tulis komentar mu, kawan :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s