Teringat simbah

Ketika praktek di RSUD Prambanan saya dipertemukan oleh pasien nenek-nenek [udah sepuh banget] berusia 89 tahun, mondok dengan diagnosis gastritis. 3 hari si nenek dirawat membuat saya prihatin lantaran sejak masuk rumah sakit hingga sekarang tidak pernah saya melihat satupun keluarga lain yang menunggu ataupun sekedar membesuk si nenek selain seorang laki-laki [sudah sepuh juga] yang berumur sekitar 70-an tahun yang mengaku adiknya Photobucket. Informasi yang saya dapat nenek tersebut hanya mempunyai satu anak akan tetapi tidak pernah mau menunggu……naudzubillah😦 !. Masuk ruangan nenek yang satu ini membuat hati siapapun menjadi miris, tangan kanan terpaksa diikat karena seringkali si nenek terlalu banyak bergerak yang membuat 2 kali infus yang terpasang harus diganti karena copot Photobucket, Saya jadi teringat nenek saya di Lombok, walaupun sudah berusia 60-an tahun nenek dari ibu saya ini Alhamdulilllah masih diberikan kesehatan yang prima, masih kuat melakukan pekerjaan seperti mengurus rumah, kebun ataupun kolam ikan disekitar rumah. Saya tidak ingin nenek saya bernasib seperti nenek diatas. Saya kemudian berfikir bagaimana perasaan seorang ibu yang mempertaruhkan nyawa dalam melahirkan anaknya, dengan segenap jiwa dan kasih sayangnya membesarkan seoarang anak, dan ketika anak-anaknya beranjak dewasa dan si ibu telah dimakan usia tak ada seorangpun anak-anaknya yang berkenan merawat sebagai balasan bagaimana ibu merawat anak-anaknya semasa kecil. Naudzubillahimindzalik….saya tidak ingin menjadi anak durhaka yang tidak tahu balas budi, saya ingin selalu ada saat orang tua saya berada dalam masa tuanya, ingin merawat mereka dengan kasih sayang sebagaimana mereka telah merawat saya sewaktu kecil Photobucket.


12 thoughts on “Teringat simbah

  1. terharu,,, : mudah2an kita jauh dari orang2 yg tidak prihatin dengan keluarganya sendiri y.. dan jauh dari sifat tersebut…

    Mila : Amien

  2. Wah, saya gak mau jadi seorang anak yang seperti itu.😦 Semoga kita semua dibimbing oleh Allah SWT di jalan yang benar.

    Mila : Saya juga gak mau…semoga kita selalu dalam bimbingan-Nya, Amien Ya Robb

  3. jadi pgn nangis….berbakti trus ah buat nyokap ma bokap…

    salam kenal…

    Mila : Salam kenal juga sist🙂

    Berbakti hingga akhir hayat…

  4. kesian nenek nya itu mil…😦
    klo gitu mila aja yang ngerawatin tuch nenek🙂

    HIDUP!!! ^_^

    Mila : Saya hanya bisa merawat ketika masih di RSUD, semoga aja keluarganya sadar ya Kika🙂

  5. Naudzubillahimindzalik…
    Bismillah…
    kita minta perlindungan dari Allah Ta’ala dan smoga kita dijauhkan dari sipat seperti itu.Amiin.
    apa tdk terbesit dihati sianak bagaimana nanti ANAK2nya juga MEMPERLAKUKAN SEPERTI ITU…

    Mila : Amien…Amien…semoga kita semua dihindarkan dari sifat seperti itu

  6. kok ada manusia yg tega begitu ya?
    ck ck ck…

    Mila : Ada….tapi semoga kita bukan salah satu dari mereka ya mas

  7. no comen deh,
    nenek dan kakek ku sudah pergi untuk selamanya.😦

    Mila : Alhamdulillah…nenek dan kakek saya hingga sekarang masih setia menemani saya

      1. silahkan neng🙂
        terima kasih ya, semoga silahturahim selalu terjaga..

        Mila : Amien

        silahkan dicek, linknya sudah terpasang🙂

Tulis komentar mu, kawan :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s