Ketika jodoh sudah memanggil

Postingan kali ini khusus saya persembahkan untuk sahabat yang telah mendahului saya (sesuai judul kali ini tentunya) Photobucket. Hmmm liburan kali benar-benar berbeda, beberapa waktu yang lalu saya mendapat sms dari sahabat saya untuk menghadiri akad nikah seseorang yang juga sahabat saya, saya kaget karena memang tidak menyangka ia akan begitu cepat menjemput jodohnya, dia masih 20 tahun dan sekarang masih kuliah semester 5 sama seperti saya, ini baru namanya kecil-kecil jadi manten🙂. Dan tidak hanya satu saya juga mendapat undangan pernikahan teman SMA saya dulu, duh makin banyak aja ni sahabat saya yang menikah muda Photobucket, saat menghadiri walimahnya suasananya sangat mirip dengan acara2 walimah yang pernah saya hadiri, dulu saya sering menemani ibu untuk datang di acara walimah teman2nya, tetangga ataupun kerabat saya, tapi sekarang bedanya yang menjadi pengantinnya adalah sahabat saya sendiri,,,seringkali saya senyum2 sendiri melihatnya bersanding begitu kecil dengan suaminya,,,ahh saya tidak mengerti dimana mereka berdua bertemu, kemudian sama-sama berkomitmen untuk mengikat diri dalam tali pernikahan dalam usia yang masih belia ini, tapi apa mau dikata ketika jodoh yang dikehendaki Allah sudah datang menghampiri, itulah saatnya….tapi dibalik itu semua saya ikut berbahagia dengan pernikahan sahabat saya DIAN dan FARHANA semoga langgeng, jangan ikut tradisinya artis2 indonesia yang suka kawin cerai yah Photobucket Semoga jadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warohmah Amienn!!!

dian merit“Meritnya Dian n kaq Eman, 27 September 2009”

Beberapa waktu yang lalu saya mendapat sesuatu yang sangat berharga sekali dari seorang dosen saya, beliau adalah salah satu dosen study islam di kampus saya, hmm….penampilan dari luar memang bukan segala-galanya yach!. Dosen saya satu ini memang sangat sederhana sekali bila sekedar dilihat dari penampilan fisik, tapi dibalik itu semua saya sangat kagum dengan beliau Photobucket, kagum dengan prinsip hidupnya terutama pandangan beliau tentang arti pernikahan. Sama seperti sahabat saya, beliau ternyata dulunya menikah di usia relatif muda, beliau meceritakan saya bawa ketika beliau melamar istrinya saat masih berusia sekitar 20 tahun dan masih sama-sama sedang menempuh studi di salah satu perguruan tinggi agama Islam di Yogyakarta, beliau mengatakan bahwa saat itu nekat melamar dengan hanya bermodal keyakinan bahwa menikah adalah satu-satunya jalan yang harus ditempuh ketika beliau dan gadis yang sekarang menjadi isti beliau ini mempunyai pandangan yang sama untuk sama-sama membina sebuah rumah tangga sekaligus beribadah mencari ridho Allah, pacaran hanya dilakoni setelah sah menjadi sepasang suami istri, apa yang bisa dilakukan sesorang mahasiswa yang belum mempunyai penghasilan untuk menafkahi istinya? Nah disinilah tak banyak orang yang berfikiran seperi beliau Photobucket, beliau berkeyakinan menikah dan kuliah adalah 2 hal yang berbeda, bisa berjalan beriringan tanpa saling mengganggau satu sama lain, menikah dan mempunyai istri bukan sebagai beban tapi kewajiban beliau untuk menjaga diri dan mencegah dari dosa-dosa yang tidak disadari ketika wanita dan laki-laiki sudah dipertemukan, maka kuliah disaat sebelum menikah dan setelah menikah sama sekali tak ada bedanya.

Hmmm,,,saya kemudian mendapat celetukan dari sahabat saya tersebut ” kapan menyusul????” Huaaaa…..saya ngeri mendengarnya🙂, He,,,yang jelas bukan dalam waktu dekat ini!!! walaupun wanita usia 20 tahun menurut undang-undang adalah sudah cukup umur untuk berumah tangga, bila dilihat dari segi kesehatan organ-organ wanita pada usia tersebut sudah cukup matang untuk bereproduksi , tapi entahlah,,,saya sama sekali tidak berfikir sama dengan kedua sahabat ataupun dosen saya dalam artian tidak pernah terpikirkan pun untuk menikah usia muda, usia memang relatif untuk setiap orang ada yang merasa sudah dewasa di usianya yang muda, ada juga yang hingga sudah menikah dan mempunyai anakpun masih merasa belum sepenuhnya dewasa, tapi dalam konteks ini saya merasa belum dewasa, masih cengeng, masih egois, masih mencari jati diri..lagipula saya masih mempunyai tanggung jawab pada kedua orang tua saya Photobucket, pada keluarga besar saya, pastilah mereka mengharapkan saya untuk menyelesaikan kuliah saya dulu dan mendapat pekerjaan yang layak nantinya. Mengingat biaya kuliah yang saya habiskan selama ini tidak sedikit, saya pasti akan berpikir seribu kali bila ingin hal yang satu ini, saya ingin sekali menikah di saat2 ketika saya sudah mempersembahkan gelar dan toga sarjana saya, ketika saya sudah menunaikan janji saya bahwa seluruh gaji pertama saya serahkan kepada orang tua :)(wedewww…), ketika orang tua saya sudah mengatakan bahwa saya sudah cukup membahagiakan mereka, ketika saya saya memberikan sesuatu dari jerih payah saya sendiri kepada orang2 yang sudah berjasa dalam kehidupan saya, dan banyak lainnya Photobucketsusah bila harus diungkapkan dengan kata2 tapi saya berharap saya bisa menunaikan hal ini di waktu dan saat yang tepat, juga tentu saja dengan orang yang menurut Allah terbaik untuk saya😉, Amien!!!!

—-


One thought on “Ketika jodoh sudah memanggil

Tulis komentar mu, kawan :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s