KB untuk hidup yang lebih baik

Hayoo siapa yang masih menganggap KB hanya urusan wanita????

Lho katanya sekarang zamannya emansipasi, jadi wanitalah yang harus mengurusi masalah begituan….ya kan???? yang jawab ini sudah tentu kebanyakan kaum pria :mrgreen:

Memang benar… tapi masa iya KB diurusi istrinya aja, suaminya tidak pernah mau tahu…. bikinnya kan bareng, jangan mau enaknya aja donk ishh!!!! [mulai gemezZzz] :oops:

Hari ini jadwal pelayanan KB gratis di Puskesmas saya, dari sekian puluh manusia pagi ini, mungkin dianggap aneh kali ya mengharapkan barang dua atau tiga orang diantaranya adalah pria, hahahha……. lagian mau pasang KB apa??? tu kan banyak yang belum tahu, metode kontrasepsi yang tersedia memang kebanyakan diperuntukkan untuk wanitaPhotobucket, tapi ini tidak menutup kemungkinan pria juga berpartisipasi di dalammya, kondom misalnya… dan kebanyakan ibu2 menolak menggunakan dengan alasan kurang nyaman….hmmm susah memang :neutral:

sungguh besar pengorbanan wanita ya… merasakan beratnya membawa janin selama 9 bulan, merasakan dekatnya kematian saatnya persalinan, dan lagi berletih letih mengurus dan menyusui bayi ditambah lagi dengan menggunakan kontrasepsi bagi yang ingin menunda kehamilan….ishhhhh merasakan sakitnya kulit yang diiris ketika memasang implant, pil yang tidak boleh lupa untuk diminum, sakitnya bokong yang terus menerus disuntik setiap bulannya, menghadapi omelan suami saat benang IUD sedikit saja lebih panjang :(

Fenomena masyarakat yang tidak langka lagi apalagi yang jauh dari perkotaan, contohnya daerah saya ini… masalah pendidikan yang bukan lagi prioritas, umur 20 tahun kebanyakan sudah punya anak balita, setiap keluarga setidaknya punya lima anakPhotobucket, dan tentu saja angka kawin cerai yang cukup tinggi. Kebanyakan dari mereka takut gemuk karena ber-KB, membuat suami suami mereka merasa tak nyaman, lagi lagi alasan teknis – demi misua -  huhh…..

besok kalau sudah punya anak suamiku aja yang tak suruh KB ya, haaaahahha….. celoteh saya dan teman teman siang tadi, yups….setidaknya walaupun suami tidak secara langsung berpartisipasi tapi tetap memberikan perhatian dan mendukung metode kontrasepsi yang dipilih istri,  ini baru pilihan yang bijak ya gak :lol:

Banyak Anak banyak rejeki, pepatah lama yang ada benarnya juga….karena setiap anak pasti membawa rejeki masing masing , tapi orang tua mana yang tak ingin anaknya sehat, pendidikan terjamin, sholeh solehah, pokoknya terpenuhi kebutuhan lahir bathin setiap anak… jadi mending pilih mana sedikit tapi benar benar terpelihara daripada banyak tapi tak terurus????

PhotobucketTapi kembali lagi pada masing masing orang, mengingat masih adanya pro dan kontra seputar KB di sebagian kecil masyarakat….banyak anak pasti takkan masalah bagi orang yang merasa mampu untuk memberikan kehidupan yang layak untuk anak2nya, kan… jadi inget jargon BKKBN…..yang 2 anak cukup, hahaahh…… entah mengapa saya lebih suka jargon yang ini sebelum diganti menjadi 2 anak lebih baik…gag tau deh dengan teman teman :)

pic here

About Mila

Wanita biasa yang terus berusaha meraih ridhoNya

Posted on February 22, 2012, in catatan mila. Bookmark the permalink. 69 Comments.

  1. emang kalau ikut kb itu memang bisa bikin gemuk ya? atau hanya mitos aja itu bu? #bingung

  2. berarti itu urusan laki2 juga yah??
    oke deh, mulai sekarang harus direncanakan dengan sebaik-baiknya.. :D

  3. Wejangan yang sangat penting nih untuk para suami…makasih pencerahannya Mila….selamat bertugas!!

  4. Hai,,

    Sorry udah lama gak berkunjung kemari lagi,,
    oya sekalian mau bilang, alhamdulilah aku udah punya domain sendiri,
    kalau ada waktu berkunjung ya di blog aku yang baru disini :

    http://blog.enterspasi.com

    Thanks

  5. kalau yang punya rizki banyak punya anak banyak engga dilarang loh mba…
    katanya semakin banyak, terutama islam akan semakin bagus…

  6. setuju! aku juga, kaya’nya, suka jargon yang dulu… hahhaha

  7. hm, kalau blue suka anak kecil jadinya………………………………….ingin empat anak saza…………….Kb juga tidak nich.hehehe
    salam hangat dari blue

  8. Keluarga saya termasuk keluarga KB dan cuma ada 2 anak. Kok, nanti saya mau lebih deh … biar gak sepi hehehehe *minta ditimpuk Bu Bidan*

    Saya lebih setuju 2 anak lebih baik. Itu tandanya, lebih dari 2 tetap baik :D

  9. Kalo misalnya nggak KB, gimana Mil?

    • dikembalikan pada orangnya mba Niefha…
      ada juga yang KB alami tanpa menggunakan alat samasekali, kehamilan yang terlalu rapat dan terlalu sering kan juga gak bagus buat kesehatan… :)

  10. ~bikinnya kan bareng, jangan mau enaknya aja donk ishh!!!!
    [mulai gemezZzz] :oops:
    hahaha … mulai gemes ni ye ?? ;)
    hahhh … dlm hati aku bertanya … Mila mulai gemezzz..??? :lol:

    • hahah…wah @brus ni :P
      mesti mikirnya yang enggak2 ya….. hehehh

      , gemezz maksudnya rada gak suka jika ternyata ada yang benar2 seperti ituuuuuuhhhhhh :)

  11. Saya bingung Mbak, pengennya empat anak, tapi kayaknya kebanyakan ya itu… :lol:

  12. wah KB ya :P
    Aduh saya masih anak2..
    Nggak ngerti..

  13. Wah… ibu bidan sudah mulai pendkes :)
    Setuju nih, urusan kontrasepsi bukan cuma untuk istri. Namun suami juga mestinya berperan penting. :)

  14. hem… numpang senyum aja deh :)

  15. KB, belum pernah berurusan dengannya, hehe, kelak klo sudah resmi berkeluarga saja :D

  16. saya KB kalender aja dech Mil….smoga gag kecolongan jadi gol :lol:

  17. tapi ada yg beranggapan kalau KB itu kurang baik bu bidan …
    alasannya kerana sekarang untuk semua sekolah tingkat dasar sudah ada Bantuan Operasional Sekolah (BOS) …
    jadi kalau banyak siswa maka pendapatannya-pun akan besar juga …
    kalau pakai program KB yg daftar sekolah berkurang …. :D

    • hahahha….dilema ya, banyak penduduk salah…sedikit penduduk bikin rugi, hehehe

      ga denk, kidding :)

      tapi apa salahnya mendukung pemerintah menekan pengeluaran negara dengan membantu menurunkan angka kelahiran ya kan :P

  18. pengenya punya anak tiga malahan saya

  19. nice info n keep share posting

  20. Whahahaha,,,, belum ke arah sana, tapi setuju, jangan mau ENAKnya saja, :-P

  21. bagus nih postingannya buat para suami :)

  22. wehehehehehe.. wes ah, dhe komennya OOT aja habis bingung mo komen apaan.. masih dibawah umur soalnya.. :D

  23. Assalamualaikum..
    postingan yang baik ntuk didiskusikan, hehe..
    jujur klo saya nantinya buat istri, tak akan memilih KB karena itu bukan solusi yang tepat, alasanya pada data yang tepat (nash) bukan data yang diada2kan, yang kabur pendekatan keilmuannya..
    solusi saya, terletak pada bagaimana membina iman yakin (lebih sepakat dengan pepatah orang tua, hehehe )
    salam kenal..

  24. KB = Keluarga Besar :)

    saya punya paradigma yg sedikit berbeda tentang KB, di antaranya:
    1. KB itu kan Keluarga Berencana, artinya ada perencanaan. salah satunya dalam hal mengatur jarak kelahiran. agar setiap anak mendapatkan haknya yang cukup, baik dari segi asupan gizi, juga perhatian dan kasih sayang. jadi kurang setuju juga kalau akhirnya digiring pada opini “2 anak saja cukup”.

    2. mengontrol kehamilan tidak harus dengan alat kontrasepsi. masih ada alternatif yang alami walaupun sebagian orang masih meragukan tingkat keberhasilannya. antara lain “sistem kalender” dan termasuk juga menyusui. kalau tidak salah, menyusui dapat mencegah terjadinya pembuahan.

    wallahu a’lam.

    maaf, tidak bermaksud menyelisihi bu bidan yang tentu saja lebih berilmu dalam bidang ini.
    hanya mengutarakan pendapat.
    semoga tidak dikasih ::batabig:: :D

    • Nothing prob mas Rahmat :)

      semua bebas berpendapat kan :) … saya setuju, dari namanya saja sudah Keluarga BERENCANA,,YA DIRENCANAKAN SEBAIK BAIKNYA…

      berKB di mata masyarakat adalah melulu pasti dengan alat, padahal sebenarnya tidak… metode laktasi yang mas rahmat sebutkan juga termasuk metode KB alami yang disebut MAL [METODE AMENORE LAKTASI] dan KB Kalender :)

      But, apa salahnya membantu pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk kan….

      wallahu a’lam

  25. kata bu gubernurku,, banyak anak boleh asal yang berkualitas :P

    tapi apa gak ada gitu KB buat cowok yang disuntik atau diminum gitu? Kalau pemakaian kondom rasanya bukan bentuk dari KB deh >.<

  26. … segala urusan dalam rumah tangga mestinya menjadi urusan suami dan istri; komunikasi yang baik antara keduanya tentu sangat penting, di samping saling memahami …

  27. kalau laki nya kalau mau kb kan ngga harus ke puskesmas atau yankes, bisa ke supermarket atau langsung ke apotek, hihi

  28. Nah itu dia! Itu dia yang namanya laki-laki, Mil *eh kok jadi emosi*

    Tapi buatku itu perbedaaan kebudayaan. Gini, kalo di Indonesia, laki-laki ‘terkesan’ gengsi banget masuk dapur, bahkan membersihkan meja makan saja malas. Sedangkan kalo orang barat, mereka benar-benar bekerjasama mengerjakan tugas rumah. Apalagi untuk urusan KB-KBan. Duh! Padahal yang namanya pasangan suami istri ya harus kerjasama untuk semua hal, kan ;)

    • ya inilah sekelumit perbedaan negara kita dengan negaraorang kali ya… liat deh di negeri seberang, laki laki tak malu dalam hal kontrasepsi, malah lebih antusias di banding pasangannya :)

      heheh…. pengarusutamaan gender mulai terlihat :)

      • Jangankan tentang kontrasepsi Mil, di sini aja ngomongin seks masih tabu banget. >_<

      • bener…..

        pendidikan seks aja udah kebanyakan salah faham, dipikirnya malah ngajarin yang enggak enggak, padahal sebenarnya kan bagaimana mengenal organ reproduksi agar tak disalah gunakan :(

      • So true, Mil. Sayang banget, kalau karena itu kita gak tau tentang badan sendiri. Ayo Mila bikin lebih banyak artikel tentang hal ini. Biar pengetahuan tentang reproduksi bisa semakin banyak :)

  29. emang ada ya KB untuk cowok :D

  30. Keluarga saya termasuk keluarga tim sepakbola nih mbak..
    Banyak banget keturunannya..hehe

    wah, ternyata si suami juga harus nih ikutin KB..
    Oke, ntar kalo dah jadi suami baru saya ikutin mbak..hehe

  31. assalamualaikum,,,salam kenal dr solo, mo tanya buta buttom ke facebook pada wordpress itu gi mana ya?

  1. Pingback: Makanan Darurat « Catatan Elfarizi

Tulis komentar mu, kawan :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s