Monthly Archives: September 2011
Indahnya Luka
Saat luka itu berangsur sembuh dan menjelma keikhlasan, pada akhirnya Sang Maha Cinta kelak mengirimkan orang yang telah kita ikhlaskan itu kembali ke pangkuan kita. Kalaupun tidak, Ia akan kirimkan orang yang lebih baik daripada orang yang pernah menorehkan luka itu
# om Mario
Hari ini saya menerima pesan singkat [lagi] dari seorang sahabat saya, sahabat ketika masih berseragam merah hati dulu
, pesan singkat yang mengatakan bahwa dia baru saja terluka oleh rasa yang bernama cinta, sang pujaan hati tak kunjung membalas hal yang sama pada sahabat saya ini, iyah sahabat saya baru saja mengalami cinta yang bertepuk sebelah tangan, sesuatu yang menyebabkan luka pasti
Ini bukan kali pertama saya menjadi ladang curhat bagi sahabat-sahabat saya, tapi [anehnya] kebanyakan dari mereka adalah sahabat adam saya, makhluk yang saya kira paling sering melukai kini bisa juga terluka hatinya [iyalah Mil kaum adam kan juga manusia
]. Dari nadanya saya tahu lukanya dalam
, meskipun kaum adam pantang menangis tapi saya tahu diseberang sana sahabat saya rapuh.
Ternyata urusan hati memang tak ada ujungnya, dan benar kata Ungu bahwa cinta adalah misteri yang kita tak pernah tahu bagaimana akhirnya, karena semua pasti akan berakhir, tak ada yang abadi di bumi Allah ini. Innasholati wanusuki wamahyaayaa wamamaati lillahirabbil ‘alamin bukankah doa inilah yang senantiasa kita lantunkan disetiap sholat, maka tak ada satupun alasan yang membuat kita tak menyerahkan luka sekecil ini padaNya, bukankah Allah yang memberi luka maka niscaya Allahlah Maha Penyembuh luka, Subhanallah sesungguhnya Allah sedang ingin mendekap kita tatkala merasa semua cobaan hidup terasa berat. Bahagianya bila bisa menikmati pedihnya
, menjadikan semua sebagai penenang jiwa, maka berterimakasihlah pada luka dan si pemberi luka.
Sungguh apa yang ada di muka bumi adalah milik Allah semata, rasa kehilangan pada diri manusia hanya akan ada ketika merasa pernah memilikinya bukan, sahabat saya pasti merasa memiliki pujaan hatinya hingga ketika si pujaan hati tak lagi disisi maka bisa dipastikan hati akan terasa dikoyak
dan merasa menjadi manusia paling menyedihkan di bumi
, toh semua akan berubah seiring waktu tak ada yg statis, bahagia tak abadi apalagi luka, jadi jangan khawatir pasti akan Allah ganti dengan yang terbaik, sang pujaan hati belum tentu pilihan Allah yang terbaik, jadi tugas kita adalah terus dan terus memperbaiki diri, menata hati untuk menjadi pribadi yang ikhlas dan memperbanyak ibadah yang akan semakin mendekatkan kita kepadaNya, bukankah hamba yang sholeh sholehah akan mendapat pasangan yang sholeh sholehah juga, Allah tak pernah salah memasangkan, itu janji Allah dan Allah tak pernah ingkar janji.
“hmm, terimakasih ya Mil nasehatnya, akan coba dijalani meskipun berat, ah…Mila ni gak tw rasanya sih
” saya tertegun, siapa bilang saya tidak pernah mengalami luka, saya pernah berada dipojok kamar sambil menekuk kaki ke dada sekedar meringankan nyeri ulu hati saya yang sakit terobek robek dan mencoba membendung aliran sungai di kedua kelopak mata saya
, tapi tentu saja ini adalah masalah pribadi saya, saya hanya akan berbagi dengan PEMILIK luka
ah…indahnya luka jika kita bisa mengartikan ini dari sisi yang berbeda
![]()
*Aikmel, Sept 22, 2011, 00.56 am*
Saat teringat dirimu dalam angan, walau t’lah bertemu dalam do’a…
Berserah pada-Mu
Cahaya itu tak lagi perdulikanku, bayang senyum tipisnya yang senantiasa mengisi ruang ruang galau hatiku, pun ketika ini terulang untuk kesekian kalinya, kumasih berdiri dengan mata nanar berharap cahaya itu berbalik membawa kebahagiaanku kembali
Indahnya tak lagi dirasa, hangatnya perlahan menjelma menjadi dingin beku yang tak terperi, dimana kira kira harum candanya pergi? iya kemana? Ya Robbi, bilakah semua ini akan berakhir indah, aku dan rusukku dapat berdiri dalam satu garis takdirMu…
Telah kutinggalkan semua salah dan khilaf dalam sujudku malam ini, kuserahkan jiwa dan ragaku dalam 1/3 malamMu, mohon ampun padaMu atas jiwa yang telah kusakiti hatinya, atas jiwa yang menangis karena keberadaanku. Astaghfirullahaldzim
Sungguh semua urusanku telah ada dalam lauh mahfudMu, seharusnya ku tak perlu risau akan semua ini, jangan biarkan ini menjadi celah syetan untuk menjerumuskanku, kuserahkan segala urusan ini padaMu Ya Robb, aamin
*dalam hening malam yg damai (Lombok timur, 11/09/11)


