Monthly Archives: June 2011
Pribadi-mu
Pribadi yang tidak pernah marah, ah mengapa saya tak pernah mampu menjadi beliau
, saya ingin mengerti pribadi itu lebih banyak, ingin sekali menjadi bagian yang istimewa dari pribadi itu. Mungkin karena hidup [menurut beliau] penuh dengan cobaan yang jauh lebih berat, mungkin karena beliau juga pernah berada dititik terendah, lalu dimanakah kira-kira saya di hati beliau?
Tahukah bahwa banyak orang-orang sekeliling yang sangat menyayangi beliau, ayah ibu, adik-adik, sahabat dan teman-teman, tapi beliau tidak pernah menayakan hal ini, karena jika iya saya akan dengan tegas mengatakan bahwa akan senantiasa setia untuk menjadi salah satu dari mereka. Sebentar lagi waktu akan memisahkan saya dan beliau
, perpisahan yang kerap menjadi mimpi buruk untuk saya, apa lagi yang harus saya katakan saya ingin hari-hari ini berlalu tanpa pernah saya sesali kelak, dan hal ini lah yang saya lihat dari pribadi-mu, jauh dekat akan sama saja
Salahkah saya mengatakan bahwa mimpi adanya ketika mengharapkan bahwa kehadiran saya bisa meringankan masalah , bukan menjadi penambah masalah yang selalu beliau katakan
, tahukah bahwa sosok siapakah setelah ibu yang saya harapkan ada ketika hati ini gundah?. Dan sekarang siapakah yang bertanggung jawab atas tetesan bening yang tak sanggup saya tahan ketika sendiri, bisakah beliau menjelaskan siapa sebenarnya sosok misterius yang selalu mengganggu tidur saya, sosok yang juga menginginkan beliau sama seperti saya
Maafkan…karena saya tidak lebih dari setetes air hangat yang mencoba melumerkan bongkahan hatimu yang dingin itu
![]()
Nikah=Merit=…?
Koleksi undangan pernikahan saya bertambah lagi
, hingga saat ini [yang saya tahu] sudah ada 6 sahabat satu kelas ketika saya D3 dulu menikah, iyah…satu persatu sahabat saya [memilih] mengakhiri masa lajangnya, menikah atau belum menikah memang pilihan…tidak ada seorangpun yang tahu persis kapan ia akan menikah bukan? Man purpose Allah dispose gitu
, Manusia berencana, Allah yang menentukan.
Ehm, satu dari 6 sahabat saya itu adalah Nana, sahabat dekat saya, sahabat sepermainan, sahabat gokil, sahabat yang selalu ada ketika masa-masa galau saya dengan makhluk yang bernama laki-laki [dulu], sahabat yang kisah ****nya hampir mirip dengan saya
, ah betapa banyak arti Nana selama hampir 5 tahun hidup saya di Jogja, walau kadang-kadang saya sering menjadi tuman-nya
.
Sms Nana yang mengatakan bahwa akan menikah hampir tak pernah saya gubris mengingat pribadi dia yang kadang suka bercanda, hee…dan hari ini Nana datang membawa undangan pernikahan warna biru nan cantik
, saya sebagai sahabat sudah tentu akan berbahagia, sungguh tidak menyangka sebelumnya bila mengingat dulu saya dan dia pernah menangis untuk rasa yang sama, betapa kami merasa tidak pernah beruntung dalam persoalan relationship
, dan sekarang takdir membuktikan bahwa Nana memperoleh yang terbaik, pria yang bisa membuat sahabat saya tersenyum bahagia, benarlah bahwa sungguh Allah akan memberikan ganti yang lebih baik untuk hal yang diambil-Nya, Subhanallah.
Selamat menempuh hidup baru untuk Nana dan Mas Fadel, semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rohmah, Aamiin
Mila, kapan?????
Jangan pernah tanyakan sesuatu yang saya juga tak tahu jawabannya ya
, beberapa waktu lalu saya pernah menulis tentang arti pernikahan setidaknya bagi diri saya, hmm…setiap orang punya takdirnya masing-masing, jadi tak perlu risau, kuncinya hanya percaya pada Allah. Saya sangat bersyukur dengan keadaan sekarang, masih diberikan kesempatan menuntut ilmu dan bergelut dengan urusan kuliah, semua teman saya memutuskan untuk menikah, karena mereka memang sudah bisa mencari penghasilan sendiri, ya gag? [menghibur diri sendiri]
Sejujurnya, menikah untuk saat ini masih sangaaad jauh dipikiran saya, bukan tidak mau, tapi kembali lagi kepada hakikat menikah itu sendiri, siap lahir batin! ibu, telah banyak menanamkan tentang arti pernikahan pada saya, bahwa wanita itu harus bisa berdiri sendiri, punya penghasilan sendiri sekaya apapun pasangan hidup saya kelak
, tanpa mengenyampingkan suami sebagai kepala keluarga, intinya jangan pernah ada ketimpangan gender dalam rumah tangga
. Banyak yang mengatakan bahwa, untuk apa sekolah tinggi yang pada akhirnya akan kembali juga ke dapur, eitsss….saya yakin yang mengatakan itu lupa bahwasanya anak-anak yang kuat dan cerdas hanya akan lahir dari perempuan yang cerdas kan yah
, tidak hanya cerdas otak tapi juga batin tentunya…
Mungkin hanya mimpi ketika 1-2 tahun ini mengharapkan akan seperti Nana
[koq pesimis]. Jadi tetap dengan motto saya, ingin menjalankan ini disaat dan waktu yang tepat, tentu saja dengan orang yang terbaik menurut Allah, bukan menurut saya, Aamiin
Maafkan Saya yang Tak sempurna
*Sebuah catatan untuk saudaraku :
Sebuah pesan singkat yang menyesakkan dada, haruskah saya berdiam diri atas semua masalah saudara saya, bukankah masalahnya adalah masalah saya juga
, apalah arti sebuah hubungan jika tak ada kepedulian didalamnya, salahkah saya mempertanyakan lagi hadir saya untuknya?
Apakah saya harus melempar diri sejauh mungkin tatkala saudara saya sudah bergelut dengan “masalah” nya, sesuatu yang seharusnya tidak perlu dipermasalhkan adanya ketika saudara saya mampu mensyukuri sekecil apapun nikmat yang Allah berikan
, masalah yang seharusnya bisa dipetik hikmahnya karena kehidupan adalah gudang berbagai cobaan dan ujian, hidup tanpa ujian dan coban berarti MATI bukan?, pikirkanlah bahwa nikmat yang telah diterima dari Allah jauh lebih besar dari masalah ini, berapa banyak yang tak punya orang tua lengkap yang bersedia memenuhi segala kebutuhan kuliah seperti yang saudara saya miliki? berapa banyak orang yang terbaring tak berdaya dengan anggota tubuh tak sempurna ketika saudara saya mampu belajar, membaca, menulis dengan segala fasilitas yang dimiliki, pernahkah saudara saya berfikir bahwa bagaimana perasaannya jikalau kedua saudara perempuannya diperlakukan seperti yang ia lakukan pada saya sekarang
Mungkin saya terlalu berlebihan, iya saya terlalu berlebihan…mungkinkah saya menuntut perhatian lebih jika saudara perempuannya saja mengaku tidak bisa mendapatkan itu
Bukankah saudara saya yang senantiasa mengatakan untuk selalu berfikir positif, yang selalu menarik tangan saya ketika tertimpa kegundahan dan sekarang jujurlah pada saya, apa yang menyebabkan saudara saya berbeda sekarang? ketakutan pada kegagalankah? ataukah kegelisahan dalam menatap masa depan?
Jikalau itu benar, tak perlu khawatir dengan berbaik sangka kepada ALLAH akan merubah musibah menjadi anugrah, kesedihan menjadi kegembiraan. Karena ALLAH mengikuti prasangka hambaNYA. Ujian, masalah bertubi2, merasa diri rendah bahkan tak berguna yang terjadi akan berubah dalam sesaat menjadi kekuatan hidup yang kian membuat saudara saya lebih bijaksana dan dewasa.
saya memang selalu menjadi beban
, saya selalu bersikap bahwa sayalah yang paling benar, saya makhluk tak berguna untuk saudara saya
, jadi maafkan bila saya tak sempurna seperti yang terfikirkan selama ini
Ya Allah…saya benar-benar dalam posisi tak menentu
, saya serahkan akan kemana saya dan saudara saya ini pada akhirnya, berikan yang terbaik Ya Allah. Aamiin





