Janji Setia, adakah?
Masih lekat di ingatan saya satu tahun yang lalu, ketika membaca postingan sahabat saya di blog pribadinya, blog yang hampir semua postingannya menceritakan betapa ia sangat bahagia dan bersyukur memiliki pacarnya saat itu, sahabat saya dan pacarnya ini kuliah di universitas dan fakultas yang sama yang hingga saat itu sudah pacaran selama 2 tahun, ah..bisa dibayangkan betapa dekatnya dua sejoli yang lagi dimabuk cinta ini
, bergandengan tangan, kemana-mana selalu berdua, tidak pernah sekalipun saya melihat sahabat saya ini tanpa si pacar, pokoknya tiada hari tanpa kebersamaan, yah sepertinya dunia hanya milik mereka berdua
, kami bahkan punya sebutan untuk mereka berdua yaitu si truk gandeng…
Di blog itu pulalah sahabat saya mengumbar kata- mesra dan foto-foto cintanya dengan sang pacar, janji untuk saling setia satu sama lain, kata-kata yang tak ingin masing2 punya teman dekat lawan jenis yang akan membuat salah satu menjadi cemburu
, maupun rencana2 untuk masa depan mereka yang menurut saya terlalu berlebihan untuk ukuran pasangan yang belum terikat tali pernikahan.
Tapi seminggu lalu saya dibuat terkejut karena saya tidak sengaja menemukan blog serupa milik pacar sahabat saya ini akan tetapi wanita yang ada dalam blog tersebut bukan sahabat saya melainkan wanita lain yang belakangan saya tahu adalah pacar barunya
, ah…saya kemudian tidak sabar untuk menanyakan hal ini dan apa jawaban sahabat saya
“ iya mil, aku udah putus 8 bulan lalu ternyata aku baru sadar kami memang tidak cocok, sekarang aku udah punya pacar lagi yang lebih baik dari dia..dan aku dengar dia juga sudah lama punya pacar…”
huh…apa artinya kata2 setia yang terucap diantara mereka berdua
, begitu cepatnya rasa cinta itu hilang tak berbekas, tidakkah mereka malu karena telah mengumbar kemesraan yang ujungnya hanya kata putus yang terucap, semudah itukah kata setia itu diingkari ????
Otak saya berfikir keras, jadi mengapa sahabat saya melakukan itu, apa mereka tidak mengerti arti kesetiaan sepenuhnya, saya kemudian teringat postingan mb ade tentang kesetiaan yang kadang datang kadang pergi, tak ada yang abadi di dunia ini apalagi pengakuan cinta sepasang manusia yang belum terikat pernikahan. Jadi mil intinya? yah ini adalah pelajaran berharga bagi saya bahwa seharusnyalah Setia itu tidak digantungkan kepada mahluk selain Allah.
Posted on May 19, 2010, in catatan mila, cinta, sahabat sejati. Bookmark the permalink. 43 Comments.


Setia seperti hanya barang mainan saja. Sungguh menyedihkan
Nah….. memang bahaya yang namanya “janji setia” ini…
Saya hanya percaya bahwa “janji setia” ini hanya ada di ikatan pernikahan.
hmm..no comen deh mbak..
JANJI SETIA HANYA DI PERNIKAHAN
setuju juga mbak….
mana ada istilah pacaran pake setia-setia..
toh ku terus di khianati kok…
wakakakakakak…
sulit dah buat koment tentang janji setia…
ntr bisa komentar tapi ga bisa ngelakuin hehehhehe
Kalo boleh menarik kesimpulandari tulisan di atas adalah, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada kita kelak… Segala sesuatunya bisa berubah kapanpun, bahkan tanpa kita sadari..
Kunjungan balik..
Blog nya bagus.. isi nya pun bagus..
Gimana cara bikin gambar emotionnya tuh bu.. lucuu
galibnya kita manusia, ketika diterpa badai asmara dan memilih jalan cepat ke arah mendekati zina, maka tidak mungkin benih kesetiaan itu tumbuh. kesetiaan hanya akan mungkin tumbuh dan berkembang jika diikat dengan tali suci pernikahan . salam kenal
ketika cinta hanya sebatas kata2, maka setia pemanis saja,
maka letakkan cinta menjadi sebuah sesuatu yan luar biasa,
yang perlu dijaga dan dibina agar memperoleh kebaikan dari cinta,
agar setia menjadi sumpah yang dijunjung tinggi yang tak mungkin
dirusak oleh sebuah ‘perselingkuhan’…
semoga setia yang diikatkan pada cinta-Nya akan lebih abadi
dan membawa keberkahan… -wallahu a’lam-
makanyaaa jangan pacaran
hahahaha
itulah akibatnyaa xixi
helga ternyata orang bener juga wkwkwk
insya allah ada … salam ukhuwah … ^_^
mohon dilinkback untuk silaturahim …
bahkan yang sudah menikahpun belum tentu bisa menjaga kesetiaan.
betul kesetiaan itu nisbi… hanya akan terbukti oleh waktu yang terus berlalu… dan org akan mengenangnya untuk itu
yup.. utk yang telah terikat ikatan yang sah, setia itu menjadi sesuatu yang utama.. kalau hanya sekedar pacaran, kek nya itu hanya angin2an deh Mil…
dalam pernikahan juga tidak benar2 ada kata setia bukannya yah? hanya saling menjaga hati satu sama lain agar kata “setia” itu tetap melekat.
kalau saya menilai mereka berdua itu sama2 sombong
sombong karena merasa hanya mereka berdualah yang menentukan masa depan mereka tanpa melibatkan Sang Pencipta, semoga mereka cepat menyadari dan bertaubat kepada Allah Swt
kunjungan pertama dan salam kenal …
janji setia? sepertinya kesetiaan hanya milikNYA, pengkhiatan adalah sifat manusia.
salam.
hehe tidak ada mbak janji setia sebelum pernikahan..yang dah nikah aja pasti kalau salah satunya tiada jarang sekali untuk yang mau setia banyakan pada nyari penggantinya haha
kayanya yang kaya gitu cuma ada di novel2 dan film drama deh mbak ^^
nice posting ahaha
itu cinta monyet teh…
hehe kalau soal kesetiaan, aku ada cerita:
suatu ketika temanku akau tanya, “Eh kau serius g nih ikut organisasi ini?”
dianya diem bentar…. lalu ujug-ujug nyeloroh, “Hmmm..itu bukan buat di jawab bang..harus dibuktikan….”
Yup, kesetiaan tu bukan soal iya ato tidak, tapi soal dilakukan ato tidak…
sip2
oya teh, gimana ceritanya nemu blogku yah? hehe
makasih lho komennya
Jadi melow saya sehabis membaca tulisan diatas
janji setia..?
mudah diucapkan tapi susah untuk di jalankan…
kecuali orang itu sudah benar2 tulus , ikhlas, lilahita’ala…tidak memikirkan dunia semata…
itu mungkin baru bisa…
heheheheh… itulah gak enaknya kalo menceritakan sesuatu yang belum pasti dalam blog..
tapi Alhamdulillah mila dapat pelajaran disitu..
Salam kenal..
ntar kalo udah lia pasang tak kabarin…
linknya sudah disimpan
sukses selalu ^_^
Hi mila apa kabar
link blog nya sudah terpasang di side bar lia..
silahkan dicheck.. semoga persahabatan terjalin ya
saya pernah merasakannya mbak..
memang tidak ada tuh janji setia dalam pacaran..
hahaha
Sebuah kesetiaan hanya akan bisa di buktikan oleh waktu, apakah mereka benar-benar setia dan menjaga kesetian pada pasangannnya (Pernikahannya) klo masih belum nikah mengubar kata cinta dan setia kayanya 1001 aza yang bisa membuktikan ucapannya itu hihihi
No offense… :-p
janji setia tentu saja ada
masih ada bagi jiwa2 yang bersih hatinya
Assalaamu’alaikum Mila
Alhamdulillah, akhirnya posting baru muncul juga. Begitu deh.. semangat harus ada. Teruskan menulisa dan berkarya untuk memantapkan jiwa dan minda.
Kesetiaan adalah kunci kebahagiaan dan harus dipelihara dengan baik. namun begitu jika kesetiaan itu sudah berakhir, maka jangan dikesali kerana ada pelajaran yang Allah berikan kepada kita untuk diambil iktibarnya dan ia satu jalan untuk mendapat yang lebih baik dari sebelumnya. jangan kecewa, ambil hikmahnya Mila. Senyum special buat Mila di sana.
intinya jangan kasih perasaan anda 100%.. hehehehe
tapi susah kak keknya, tapi saia tak kan brenti untuk mencoba setia padaNya
Btw, link kak mila telah terpasang di halaman tukeran link saia
Janji setia memang baiknya saat ijab qabul di depan penghulu aja.
Kunjungan perdanaku nih, mbak. Salam kenal yaaa
ada kalanya datang
dan ada kalanya harus pergi
cinta,,,
cinta yang hakiki hanya pada tuhan
dengan menikah mungkin…
Sahabatan aja yang banyak mil,, sahabat iAllah setia
Ada janji setia yang ga perlu diucapkan dengan kata-kata mesra..
Janji hati namanya…jadi cuma kita sendiri yang tahu
jadi ada dua pilihan mbak….
menikahi orang yang kita cintai…. attau
mencintai orang yang kita nikahi…..jangan sampe salah…..
Adakah janji setia ? Ada dong….
Dan itu bukan cuma di pernikahan…
Bisa antara sahabat, bisa antara rakyat dengan negaranya…
macem-macem deh..
aduhhhhhh mending kita jangan terlalu banyak janji dech……………. berusaha az…….. kita berusaha tuhan yang menentukan ya ga? jadi ga usah janji2 biar ga banyak hutang janji
hohoho…nyesek banget pasti.
tapi ya begitulah, hubungan yang terikat resmi aja bisa ada yang bubar, apalagi yang belum terikat apa-apa
tukeran link ya mil
ho’oh… jadi ya yang sedang2 itu pasti lebih baik [kayak lagu ya]
setiju nga setuju,,,setuju aja de,,,,,,,