Ketika hawa patah hati [lagi]…
“Mil ternyata dimana-mana laki-laki itu sama ya, kenapa baeknya hanya dulu pas PDKT, manis kata-kata nya hanya pas lagi sama-sama, ketemu orang tuaku Masya Allah sopannya, tapi kenapa sekarang posisiku dibagi juga buat yang lain, aku gak ngerti, rasanya cuma ada satu kata yang pantas untuk dia mil….[....!!!.]”
Seperti itu lah kira-kira kata sahabat saya ketika ia baru dilanda hal yang bernama patah hati, kata terakhir sengaja tidak saya tulis karena memang kurang enak untuk didengar. Dan saya katakan padanya tidak semua lelaki seperti yang ia bayangkan [walaupun saya pernah juga mengatakan hal yang sama pada seseorang], suatu hari nanti Allah pasti akan menganti dengan yang lebih baik dan akan akan menghapus semua luka yang ia rasakan hari ini karena dunia itu seperti roda berputar setelah kesedihan pasti akan berganti kebahagiaan, begitu juga sebaliknya [ehm..gampang ya ngomongnya sementara yang memberi nasihat mati-matian menjalani]
Saya jadi teringat peristiwa 13 bulan kemarin, ketika saya merasakan hal yang dialami sahabat saya ini, saya merasakan Allah sangat dekat, ujian itu terasa sangat berat, pikir saya inilah bentuk kasih sayang Allah untuk menyadarkan betapa selama ini saya telah menduakanNya, membaca pesan singkat si dia lebih saya lakoni daripada membaca surat cinta Allah dalam Al Quran, bertemu si dia lebih berkesan dibanding bertemu Allah di setiap sholat saya… Astagfirullah, Akhirnya inilah bentuk ujian Allah itu…
“Mil…mulai saat ini kita tidak bisa sama-sama lagi, saya memutuskan untuk memilih dia …..”tenggorokan saya rasanya tercekat, ada cairan bening dari sudut mata bulat saya
saya kehilangan jiwa saya yang kuat, Ya Allah begitu rapuhkah jiwa ini? Dia milikMu, seharusnya saya tahu Engkau berhak mengambilnya kapanpun Engkau inginkan.
Dan sekarang saya hanya ingin kembali kepada Sang Pemilik cinta, cinta abadi yang tak pernah terputus, ingin memupus bayangannya yang bertanggung jawab atas luka sembilu dan resah yang saya rasakan, ingin menghilangkan kerinduan saya pada dia yang tak pernah ingin kembali. Dan sekarang ketika tak ada lagi pesan singkat dari si dia, tidak akan ada lagi pertemuan yang mengesankan, ketika si dia tak mau lagi menjadi tempat pelabuhan hati saya, saya senantiasa akan berdoa…Ya Allah saya ingin Engkau menggenggam saya erat, jangan Engkau biarkan jiwa saya lemah lagi…
Posted on February 6, 2010, in catatan mila, cinta, sahabat sejati. Bookmark the permalink. 2 Comments.



hmm,,sepertinya ak tw kata tewrakhir itu apa……ho2…..
kayana emang laki laki tu sama aja kok,,begitu jg dengan perempuan…..yang tidak sama adalah,bagaimana kita memandang dari sudut pandang yg berbeda…
cheers…
Pingback: Catatan kecil kehidupan [ku] « Just another side from mila