Here I am Today, superbahagia :)

1010123_10201244834037295_1392874426_n

Pertama tama saya ucapkan terimakasih banyak atas doa teman teman di postingan ultah saya dibawah, gak terasa juga sudah seperempat abad saya di bumi Allah ini :) Seperempat abad dan mendapatkan apa yang ngga pernah kepikiran akan saya dapat, mencapai apa yang saya kira gak akan tercapai. Kehilangan apa yang saya pikir gak akan kehilangan, lalu Ia gantikan dengan yang luar biasa lebih baik dari yang saya minta. Untuk setiap hela napas yang masih bisa saya rasakan, untuk hidup saya yang sangat berwarna, yang kalau diliat liat lagi, emang ngga ada kata lain kecuali ‘syukur’ Alhamdulillah… rasanya plong gak tau kenapa, pasrah sepasrah pasrahnya ke Allah yang ada disana, disini, dimana mana :) karena Allah yang tahu dan mengerti bagaimana hati ini terbolak-balik. Kalau katanya si mamak, udah umurnya untuk merasa nyaman dengan hidup sendiri walaupun berdua pasti lebih menyenangkan :) motif nih :P …  Sudah ikhlassss bener :) Allah tau yang ada di dalam sini koq, siap gak ya saya dengan komitmen seumur hidup seperti itu. Hehe, Ia bukakan jalan untuk saya puas puasin jalan jalan dulu keliatannya, belajar mencintai diri sendiri, bahagia luar dalem… sipp

Umur segini udah sering juga ngerasain rasanya terhempas, jatuh, yup jatuh hanyalah sebuah kejadian singkat kan, tapi rasa sakit akan jadi pengingat untuk setiap langkah yang diambil berikutnya, bukankah demikian, manusia diajari banyak hal dengan berbagai metode, jatuh cuma satu diantaranya, kamu adalah pejuang tangguh, ayo berdiri, Mila sayang, kamu tidak sendirian, mari mulai lagi petualangannya :) Jadi ingat Toefl ITP saya masih segitu gitu aja, tapi kata hati saya yang lain kita sudah bekerjasama dengan baik dalam prosesnya, kalau ada yang tidak sempurna ya tidak apa apa kan Mil :)

Akhirnya cukup Allah saja. Allah saya nitip ya. Terserah mau diapain da, saya mah engga tau harus diapain. Monggo, seandainya ini baik, siapkan saya supaya sanggup menanggung konsekuensinya. Seandainya ini kelak menjadi buruk, siapkan saya supaya ikhlas menerima dan menghadapinya juga. I Love You Allah :)

ttd : saya yang selalu mencoba berbahagia [deg degan menunggu hasil ITP yng ke 3 :P]

***Mataram, 15th April 2014

What It Means to Be 25?

25I’m too young to be this old! :P

I am turning Twenty Five Yesterday. 25. And what have I even done? Well … I just need to stop worrying about the future and be thankful for what I’ve been blessed with so far :) Alhamdulillah …

Saya janji untuk lebih appreciate ke hidup, wish saya hmmm … masih dengan yang ini, juga ini :P InsyaAllah, dengan kehendak-Mu tahun ini berapa keinginan lagi akan terwujud? :)

“As you grow, you learn more. An aging is not just decay. It’s growth. Some people always say, “Oh, if I were young again, I wish I were sixty-five”. You know what that reflects? unsatisfied lives. Unfulfilled lives. Lives that haven’t found meaning. Because if you’ve found meaning in your life, you don’t want to go back. You want to go forward. You want to see more, do more ” – Tuesdays with Morrie, by Mitch Albom -

***Mataram, April 8th 2014

Yes, I’m an Introvert :)

enhanced-buzz-wide-700-1390335152-9enhanced-buzz-14457-1390335586-0enhanced-buzz-860-1390336496-19Source here

Most people think that i’m unhappy, but i’m not, i just appreciate silence :)

**Bener juga sih, saya bisa menghabiskan waktu liburan seharian hanya untuk me time :) Mencuci, bersih bersih, nyetrika, baca buku, nonton dll agaknya lebih menarik daripada sekedar keluar rumah :P

Syafakillah

310705_484367884962025_685238378_n

Bismillahirrohmanirrohiim …

Setelah menepi sekian hari, akhirnya badan saya protes juga, saya sakit :cry: dan ini adalah kali pertama saya merasakan kalau maag akut itu rasanya menyakitkan, hiks … apalagi kalau bukan regara kecuekan saya akan nikmat Allah satu ini, kesehatan, yups baru tahu deh berharga bener rasanya sehat ketika badan sudah ambruk seperti sekarang ini :( saya yang hobinya nunda makan, bisa bisa sarapan mepet makan siang, makan selanjutnya cuma snack snack gak sehat gittuuuuh, suka begadang, kurang istirahat, belum lagi sekarang kerjaan lagi gila gilanya :( akibatnya ibu saya marah besar, ngomel sejadinya padahal sudah diperingatkan untuk ngejaga kesehatan, duh maafkan ya mommy :( jadilah pas saya dirumah, dimanja bener, dibuatkan bubur, teh anget, pokoknya makan teratur dan tentunya sehatttt :P ah … ibu memang best lah :)

Sekarang sudah agak mendingan maagnya, walaupun masih sering ngerasa gak nyaman juga karena gas gas di lambung ini. Syafakillah ya diriku, semoga cepat sembuh karena masih banyak kegiatan yang menanti #sambil liat deadline, plakkkkk

***Mataram, 23 March 2014

Berburu Duyeeennn :)

Kunjungan mahasiswa PKL, sekalian berburu durian dan duku … (Kekait, Gunung Sari, Lombok Barat) :)

DSC03701

Pasar Durian Kekait

Obral obral, sebakul gini 90 rb saja lho :)

Obral obral, sebakul gini 90 rb saja lho :)

DSC03705

Sebakul cukup laaahhh :P

DSC03703

Mantap dah

DSC03710

Fresh :)

Lumayaaannn

Lumayaaannn

DSC03695

Duku

***Gunung Sari, 13 March 2014

Hakikat Berdoa

berdoa

“Mintalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan.” (QS. Al-Mu’min: 60)

Ini adalah perkara meminta …  Betapa sering saya menginginkan sesuatu tapi tak sungguh sungguh meminta, aneh kan? kepada siapa lagi saya akan meminta, kalau bukan Allah yang memiliki segalanya. Selama ini saya hanya ‘marah’ mengapa Allah tak kunjung memberikan apa yang saya inginkan, marah pada orang orang yang selalu ‘bertanya tanya’ sesuatu yang membuat saya terusik :( Astaghfirullah … pagi ini, saya membaca artikel yang membuat saya harus banyak lagi beristighfar :

Meminta (doa) bukan hanya sekedar meminta Allah memberikan apa yang kita inginkan, bahkan lebih dari itu, doa adalah bentuk kasih sayangNya, bukankah takdir Allah itu mutlak, bisakah doa kita kini mengubah takdir yang sudah Allah tetapkan?

Bagaimana mungkin, sesuatu yang baru (berupaya upaya dan doa kita) bisa mengubah sesuatu yang mendahului (ketentuan Allah Swt)?

Bahwa secara hakikat, upaya dan doa itu tidak akan menjadi sebab terwujudnya takdir, dan tidak akan mengubah takdir. Mengapa demikian? Karena takdir Allah Swt, dengan semua ketentuan-Nya telah mendahului ikhtiar dan doa kita.

Jadi, cara memahami hakikat doa dan ikhtiar adalah :

1. Doa dan ikhtiar itu sesungguhnya juga takdir.

2. Bila Allah Swt hendak memberi anugerah seseorang, maka si hamba juga ditakdirkan dan diberi kemampuan untuk berdoa dan ikhtiar.

3. Doa dan ikhtiar hanyalah tanda-tanda takdir itu sendiri.

4. Allah memerintahkan kita berupaya dan berdoa agar kita memahami bahwa kita sangat terbatas dan tak berdaya, sehingga doa dan upaya adalah bentuk kesiapan kehambaan balaka agar kita siap menyongsong takdir-Nya.

5. Aturan syariat mengharuskan kita berikhtiar dan berdoa, karena syariat adalah aturan bagi keterbatasan manusia, dengan bahasa dan tugas manusiawi (taklif), maka seseorang akan berdoa dan berikhtiar dengan penuh kepasrahan dan kerelaan pada ketentuan dan pilihan terbaik-Nya. Bukannya berdoa untuk memaksa-Nya mengubah takdir-Nya.

Maka, Ibnu Athaillah menegaskan dengan ucapan beliau : “Maha Besar (jauh) bila hukum Azali-Nya harus disandarkan pada sebab akibat yang baru.” Allah Swt adalah sebab segalanya. Dan segalanya bergantung semua kepada Allah Swt. Allah Swt tidak pernah menjadi akibat; seperti akibat kita berdoa Allah menuruti apa yang kita mau, akibat kita berusaha Allah mengubah takdir-Nya. Jauh dan Maha Suci dari hal-hal seperti itu. Berdoa kita lakukan semata untuk ubudiyah, manifestasi kehambaan kita akan terwujud ketika kita berdoa. Sebab dengan berdoa, manusia merasa hina dina, merasa butuh, merasa tak berdaya dan merasa lemah di hadapan-Nya. Dan itulah hakikat ubudiyah di balik doa, agar kita tetap menjaga rasa hina, rasa fakir, rasa tak berdaya dan rasa lemah. Karena dengan nuansa seperti itu kita akan cukup bersama Allah, mulia bersama-Nya, mampu bersama-Nya, kuat bersama-Nya. Wallahu a’lam. (Sumber : Cahaya Sufi, Edisi 79)

Doa kepada Allah (Dua’ Al-Haqq) :

“Dua’ Al-Haqq atau dalam sebuah catatan ditulis ‘thalqu al-lisan‘. Kedua kata ini sinonim. Jika Allah Swt ingin memberikan sesuatu kepada hamba-Nya, Allah menggiring lisan mereka untuk mengucapkan doa dan Allah akan mendengarkan doa itu.”- (Syaikh Al-Akbar Ibnu Arabi, dalam “Catur Ilahi”‘/ Syathranju Al-Arifin);

“Tersebutlah seorang wanita shalihah yang menjadi pelayan di sebuah rumah. Ia senantiasa melaksanakan shalat malam. Suatu hari, sang majikan mendengar doa-doa yang ia baca dalam sujudnya. Katanya, ”Ya Allah, aku mohon kepada-Mu dengan cinta-Mu kepadaku agar Engkau memuliakanku dengan bertambahnya ketaqwaan di hatiku…dan seterusnya. Begitu ia selesai shalat, sang majikan bertanya kepadanya, ”Dari mana Engkau tahu kalau Allah mencintaimu? Mengapa engkau tidak katakan saja, Ya Allah, aku mohon kepada-Mu dengan cintaku kepada-Mu?’ Ia menjawab,”Wahai tuanku, kalau bukan karena cinta-Nya kepadaku, mana mungkin Dia membangunkan aku pada waktu-waktu seperti ini. Kalau bukan karena cinta-Nya kepadaku, mana mungkin Dia membangunkan aku untuk berdiri shalat menghadap-Nya. Kalau bukan karena cinta-Nya kepadaku, mana mungkin Dia menggerakkan bibirku untuk bermunajat kepada-Nya.”– (*termuat dalam buku Haidar Bagir, berjudul “Islam-Risalah Cinta dan Kebahagiaan)

–Makna dan Hakikat Doa– (Syaikh Ibnu Athaillah)

***Mataram, 4th March 2014, 3.27 am

(1/3 Malam yang hening dengan segudang permintaan :) Ya Allah semoga apa yang hamba minta adalah takdir yang telah Engkau tetapkan, Innamaa amruhu idzaa araada syay-an an yaquula lahu kun fayakuun, Aamiin )

I don’t understand, still…

tumblr_lgtn0aSNJr1qah2fqo1_500

(Source: uncomfortablesoul.com)

:cry:

I quit, i’m moving on

Ga ada habisnya ketawa kalo liat tingkah saya di sini, saya ga pernah tau kalau saya tertawa, mukanya kayak begini ^^ funny, though. hihi :P

DSC02385

DSC02331

DSC02338

No Pain, No Gain

We cannot learn without pain -Aristotle-

tumblr_mvldztkfQU1qah2fqo1_500

(Source: uncomfortablesoul.com)

Hoho, judul kali ini menohok kannn :) Akhir akhir ini saya lebih sering stalking kehidupan orang orang yang saya anggap berhasil meraih mimpinya yang juga saya impikan :P melihat kisah mereka ke belakang tak ada seorangpun yang mendapatkan diri mereka kini dengan mudah, mereka telah  melewati yang namanya kerikil tajam, atau bahkan hutan duri yang super duper menyakitkan, pokoknya gak penak bangetlah :P But lihat sekarang, mereka hanya tinggal mengecap manisnya apa yang telah diperjuangkan dulu, masih terngiang ditelinga saya kalimat “perjuangan akan terasa manis jika didalamya berhasil melewati cobaan”, sesuatu yang didapatkan dengan mudah akan terasa hambar kan jika tak ada kerikil-kerikil tajam yang harus ditaklukkan, karena tak ada satupun yang bisa dikenang dan diambil hikmahnya :)

No pain, no gain kata orang kan Mil, saya sedang berusaha melawan diri saya sendiri sekarang, karena setelah ditelisik tak ada satupun yang harus saya lawan selain diri sendiri, memaksa diri saya untuk berada di kondisi “gak penak” tidak peduli betapa tidak nyamannya saya, yang jelas jika itu satu satunya jalan untuk berhasil kenapa tidak? uuuh malu sekali ketika saya ditanya mas Heri beberapa waktu lalu, mau perang ya Mil? :P senjata yang kamu persiapkan apa? sayanya malah mikir apa ya, duh aduh … payah ah, mau perang tapi gak punya senjata, ya mesti kalah :cry:

Mulai sekarang mesti rutin nanya ke diri sendiri Mil, apa beda usaha saya dengan usaha orang lain? apa yang membuat saya lebih pantas berhasil dibandingkan orang lain?

CAMKAN!!!!!!!!

***Mataram, 4th February 2014

Memahami Beasiswa AAS Bagi Orang Biasa

Nurul Auliya Kamila:

Bersiap mencoba lagi tahun ini. Semoga Allah Ridho :)

Originally posted on a madeandi's life:

Catatan: Tulisan ini adalah modifikasi dari salah satu bab dari buku saya “Berguru ke Negeri Kangguru” [Beli di sini].

Suatu hari saya mendapat email dari seseorang perihal beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS) – dulu Australian Development Scholarship atau ADS. Dia adalah satu dari sekian banyak yang berkirim email untuk perihal yang sama. Saya merasa terkejut, meskipun rasanya saya sudah menulis cukup banyak tentang beasiswa AAS di blog saya, pengirim email ini “tidak tahu harus mulai dari mana”. Kalimat ini saya kutip langsung dari email-nya. Saya menduga bahwa kawan kita ini tidak sendirian mengalami kebingungan seperti itu. Maka, saya menulis dan memperbarui artikel ini khusus dipersembahkan bagi mereka yang ingin mendaftar beasiswa AAS tetapi “tidak tahu harus mulai dari mana”.

View original 2,262 more words