Memupuk Keberanian
Dag Dig Dug … inilah yag akhir akhir ini saya rasakan, satu minggu berturut turut skot jantung karena pasien patologis yang datang silih berganti
, insomnia pasti!!! Tapi inilah resikonya, bukankah Bidan adalah makhluk yang tidurnya tak pernah nyenyak
Hee… sudah hal yang lumrah jika tengah malam tidur saya rusak karena digedor pasien yang hampir brojol, perdarahan, syok dan yang sejenisnya. Jika sudah begini siapa yang bisa tidur lagi, apalagi saat sedang piket malam sendirian hanya ada saya yang masih baru dan masih kurang berpengalaman, untuk itulah dituntut berani mengambil tindakan secara cepat dan tepat untuk keselamatan semua.
Tidak gampang memang, saya selalu berdoa semoga tak pernah terjadi apa apa jika sedang jaga sendiri, tapi dipikir lagi bagaimana mungkin saya bisa belajar jika selalu berharap begini
, intinya saya harus belajar banyak…banyaaak sekali malah!. Pernah suatu kali saya dihadapkan pada kasus perdarahan pasca bersalin, oleh karena kurangnya kontraksi rahim ketika plasenta bayi sudah lahir, normalnya setelah bayi dan plasenta lahir rahim akan mengeras dan berkontraksi yang akan menjepit pembuluh darah sehingga darah tidak keluar terlalu banyak… bisa dibayangkan paniknya saya melihat darah yang terus megucur bagai keran air, disinilah saya dituntut untuk bisa menangani kegawatan yang kadang tak diduga datangnya, uhh… jika mengingat ini, sebuah pengalaman sangat berharga yang membuat saya sedikit demi sedikit melawan rasa takut. Saya percaya bila sudah memiliki niat baik untuk membantu sesama Allah pasti bersama kita, so don’t be afraid ![]()
Dan tahu tidak temans, jika ada seseorang yang berterimakasih karena telah menyelamatkannya keluar dari keadaan bahaya disinilah letaknya BAHAGIA, saya sering mengalaminya …. melihat pasien yang saya tolong kelahirannya merasa bahagia karena telah bersalin selamat dan bayinya sehat, sungguh rasanya tak ingin mengharapkan imbalan apapun jika sudah begini
, berapa sih bayaran untuk jasa Bidan? sama sekali tidak besar, apalagi sekarang ada yang namanya Jampersal, melahirkan semuanya gratis, tak dipungut biaya sepeserpun, tapi bicara materi memang tak ada habisnya … saya yakin Allah yang akan membalas semuanya, asal IKHLAS dari hati yang terdalam ya gag
Just let it flow!
—-NURUL AULIYA KAMILA, S.ST —-
Bersyukur tidak terhingga untuk segala hal indah ini, jane yo wis 8 bulan ada gelar dibelakang nama… mungkin belum kerasa, tapi sejujurnya begitu banyak yang yang berkelebat di kepala
, begitu banyak keinginan, semua ingin saya lakukan. Impian saya sejak dulu ingin sekali melanjutkan studi yang lebih tinggi lagi, kalau bisa sih study abroad
, ah… mimpi kan sama sekali gak salah, dream and make it happen begitu kata Agnes
entah mengapa akhir akhir ini saya rindu usaha keras saya mencapai impian itu, bukannya sekarang tidak pernah terpikirkan untuk menuju kesana tapi kesibukan akan dunia baru yang membuat saya mengenyampingkan itu dulu
, antara mencari pengalaman sebanyak banyaknya ataukah menimba ilmu lagi sebagai seorang siswa, semuanya sama sama baik. Saya yakin doa saya untuk diberikan yang terbaik akan dikabulkan Allah
Sekarang, saya sedang mencoba berkawan dengan waktu, merabanya hingga tau kemana ia akan membawa serta, pergi menghabiskan usia, dimana sang muara, yang saya harap bernama bahagia… saya bahagia dengan semua ini, teman teman kerja yang solid, hampir 7 hari dalam seminggu saya habiskan di tempat kerja, pulang hanya bertemu kelarga dan pamit lagi kembali ke Puskesmas, sama sekali tidak ada kata bosan, demi satu kata yang bernama pengalaman, iyah pengalaman adalah guru yang paling berharga kan
, semakin banyak saya menangani pasien akan semakin terampil dan kemampuan saya juga semakin terasah menangani kasus kegawatdaruratan sekalipun
. Dan saya tahu saya jauh dari kata mahir untuk saat ini, tapi saya yakin saya sedang memulai proses itu sekarang, seiring waktu saya pasti bisa JUST LET IT FLOW, Mil!!!
Okelah, so harus lanjutkan kehidupan untuk temukan segala kebajikan dan kebahagiaan semangaaat…..!!!
Untuk ke-23
Alhamdulillahirobbil’alamin….
Allah masih memberikan nafas hingga usia saya kini, tepat 8 April untuk yang ke 23 kalinya saya lewati setiap hembusan nafas yang diamanatkan Allah, bertambah tua pasti tapi dewasa??? Ah Ya Allah rasanya saya masih tetap saja bertingkah childish
, cengeng dan gemar berkeluh kesah
. Saya hanya pernah menggoreskan rasa ini baru untuk yang ke-empat, saat usia saya 20, 21, 22, dan yang sekarang ini
Semuanya kini terasa benar benar beda, saya merasakan usia kali ini adalah perjuangan hidup yang sesungguhnya, terkadang saya merasa senang tumbuh menuju wanita yang lebih dewasa, saya bukan lagi anak anak yang bergantung penuh pada orang tua, sudah saatnya memikirkan beban hidup yang tidak mudah, tentang masalah kehidupan
, tentang pekerjaan, uang dll yang samasekali tidak pernah saya lakukan ketika kecil dulu. Tidak boleh lagi bermain main untuk masalah yang serius, saatnya memikirkan apa yang bisa diperbuat untuk membuat orang orang sekitar bangga pada saya, waktu terus berputar kan ya
I feel sucks, I didn’t give my best and I should have done better, ah…. Semoga ini bisa jadi cambuk untuk lebih dan lebih baik lagi ke depan. Sekali lagi Happy Birthday to ME! Wish nothing but the best
Amiinnn……
SK BiDes …
Alhamdulillah, akhirnya keluar juga SK dari dinas kesehatan. Sekarang saya tidak lagi di puskesmas kawan
, per tanggal 16 Maret kemarin saya resmi menjadi salah satu bidan desa [Bides] di sebuah desa pemekaran yang masih wilayah kerja Puskesmas yang lama, saya harus bertanggung jawab atas satu daerah binaan yang sudah diamanatkan ini, memegang semua aktifitas kesehatan di sebuah desa ditambah lagi harus memahami manajemen program
Dengan keluarnya SK saya ini, otomatis saya tak lagi berkantor di Puskesmas induk, begitu banyak pengalaman yang saya dapatkan disini, orang orang hebat yang mengajarkan saya banyak hal, teman teman kerja yang bersedia membagikan ilmunya. Buat saya, puskesmas Kalijaga memberikan kesan tersendiri. Karena di sini, saya belajar banyak yang tidak saya peroleh dari zaman praktek klinik selama kuliah. Di sini saya temukan beragam pasien yang saya anggap sebagai guru. Coba bayangkan mana ada pasien yang mau perineumnya dijahit oleh bidan kacangan yang baru lulus 4 minggu yang lalu? Dan saya menjahit secara keseluruhan! Ternyata di sini ada, mereka memberikan kepercayaan buat saya untuk belajar. Saya pasti takkan melupakan bayi yang saya tolong kelahirannya secara mandiri, tanpa bantuan siapapun
Haa… berat memang jika sekarang harus mandiri, semuanya harus dilakukan sendiri terutama dalam hal kesehatan ibu dan anak, saya harus tahu semua ibu hamil di desa tersebut, pemeriksaan kehamilan secara komprehensif, membujuk agar semua ibu hamil agar mau bersalin di fasilitas kesehatan mengingat masih banyak masyarakat yang masih bersalin di dukun yang belum terlatih, deteksi tumbuh kembang anak, kesehatan reproduksi, KB dan masiiiiiiiiiiiihhhhhhhhhhh banyak lagi, belum masalah pelaporan tiap bulannya yang seabreg itu. Haghag…. Saya harus benar benar berbaur dengan masyarakat desa, mengingat saya masih tergolong baru menggeluti profesi saya kini
Saya harus berani hidup di Polindes sendiri, jauh dari keluarga dan standby 24 jam 7 hari dalam seminggu berjaga jaga jika ada yang butuh tenaga saya, tidak ada lagi perasaan terkekang semua harus saya jalani IKHLAS untuk membantu sesama, kadang ada perasaan seperti ini juga muncul ketika sedang asyik asyiknya berkumpul bersama teman dan keluarga, hari hari libur bahkan saat lebaran tiba tiba saya harus kembali karena ada pasien inpartu yang akan melahirkan, haduhh… saya harus menjalani ini sebagai konsekuensi saya sebagai tenaga kesehatan, iyahh… saya harus tepati sumpah janji profesi saya dulu. Hmm… Ya Allah semoga ini menjadi bagian dari amal baik saya , aminn
Book [Perempuan Pencari Tuhan]
Akhirnya terbit juga buku yang ditunggu para blogger, mbak Ade a.k.a Rindu yang sukses menghipnotis saya dalam akun WP beliau yang dinamakan Rinduku, kini hadir tidak hanya dalam dunia maya dengan tulisan tulisan yang menginspirasi, tapi juga dalam sebuah karya
. Buku yang merupakan perwujudan dari semua tulisan maupun pemikiran yang ada di blog beliau, atau bisa dikatakan blog yang dibukukan. Buku setebal 204 halaman terlalu tipis jika dibandingkan dengan blog yang sesungguhnya. Buku ini hanya memuat 29 judul tulisan dari sekian ratus tulisan mbak Ade sejak tahun 2008.
Sudah 3 hari saya membaca buku ini, tapi dengan membaca sekilas rasanya sudah khatam, saya selalu mengikuti postingan postingan beliau sejak 3 tahun yag lalu, walaupun dalam beberapa tulisan di blog ada yang digabung menjadi satu judul dalam buku. Buku ini berisi 6 Bab, dan Bab Saat Allah Hadir dalam bahasa CINTA adalah salah satu yang saya suka, dalam Bab ini berisikan tulisan laris mba Ade tentang Catatan patah hati, yang juga tulisan pertama yang menjadi awal saya mengenal blog beliau, tulisan yang membuat saya merasa tidak sendiri lagi, bersemangat walau rasa ANEH yang waktu itu saya tak tahu namanya menggerogoti setiap lekuk hati saya [wew...] beneran…. Saya akhirnya menyadari arti CINTA yang sesunggunya, untuk tidak pernah menangisi lagi apa yag bukan milik kita, luka yang tidak selamanya adalah bencana begitu juga dengan perpisahan
“Dan buku ini adalah catatan kecil saya, semoga apa yang saya bagi disini mampu memberi hikmah, pelajaran, da inspirasi” Begitu mbak Ade mendeskripsikan bukunya ini, dan tentu saja bagi saya terasa sekali doa mbak Ade, bukan saja inspirasi tapi juga cara memandang sesuatu masalah benar benar tertata rapi, meskipun dalam buku ini kerap saya jumpai salah pengetikan, But lepas dari semua itu buku ini sangat pantas menjadi referensi bagi jiwa jiwa yang lagi galau
.
Bicara galau, membaca buku mbak Ade sedikit megobati galau saya menanti SK penempatan tugas yang baru
. Duh… belum genap setengah tahun di Puskesmas sekarang, rasanya sudah betah dan malas harus beradaptasi lagi dengan lingkungan baru. Doakan saya yang terbaik ya temans
Bicara [pasangan] Idaman
Kemarin, saya bertemu sahabat lama… iya ternyata penjual kerupuk itu sahabat SMA saya, seorang laki laki tangguh [menurut saya] yang rela bekerja keras melakukan pekerjaan apapun untuk anak istrinya, jujur saya kagum akan tanggung jawabnya pada keluarga, dan saya ingat perkataannya “saya bukan orang berada, Mil… tapi beratnya beban keranjang kerupuk ini pasti takkan sebanding dengan berat beban dosa saya jika tak bisa menafkahi orang di rumah!”
haa….saya mulai berfikir, kira kira ada satu banding berapa ya laki laki seperti ini di dunia? ah…sungguh beruntung istrinya, semua wanita di dunia pasti menginginkan laki laki yang bertanggung jawab sebagai pasangannya, materi tidak lagi menjadi prioritas, percuma juga punya suami kaya materi tapi setianya tidak hanya dengan kita seorang
walaupun begitu materi juga tak dapat diabaikan jika sudah berumah tangga, CINTA saja ternyata tidak cukup, saling pengertian itu jauh lebih penting, jangan sampai deh pernikahan seperti film Blue Valentine yang berakhir tragis karena hanya bermodal cinta
, maka penting juga memilih pasangan yang bisa diajak untuk hidup prihatin, jangan hanya mau senangnya saja, saat susahpun juga harus setia, ya gak?
tapi saya juga tidak setuju dengan orang yang terlalu kaku dalam hal memilih pasangan, bukannya Islam sudah menganjurkan agar AGAMA tetap jadi yang pertama…. dan saya yakin orang baik untuk orang baik begitu juga sebaliknya, jika ingin mendapatkan yang terbaik maka baikkan diri dulu hingga pantas dipasangkan.
saya senyum senyum sendiri ketika menyaksikan infotainment yang memberitakan bahwa mamahnya artis Julia Perez ingin sekali jika Jupe berjodoh dengan seorang ustadz… pikir saya, seaindainya Jupe berpakaian sopan dan islami layaknya ustadzah pasti ada jalan koq, iya kan tante
. Allah kan maha adil…
Huaa….bicara pasangan ideal, ingin rasanya menjalani hari hari dengan pendamping hidup yang sudah dipilihkan Allah SWT. Berbagi kisah bersama, menanggung beban pun juga bersama. Tapi, kadangkala keinginan itu pun surut ketika pikiran sudah dipenuhi oleh hal hal yg rasional yang pada intinya blum siap lahir bathin
seperti kata ibu, saya boleh menikah setelah punya rumah sendiri….haha, tentu saja ini cuma bercanda… tapi harus saya akui ibu sangat keras untuk hal yang beginian, saya dan adik saya dari kecil ditanamkan untuk senantiasa jadi perempuan yang kuat, harus bisa mandiri dan berdiri sendiri, tidak mudah bergantung dan diperdaya orang lain, apalagi jika sudah berumah tangga nanti… harus punya penghasilan sendiri tidak hanya mengandalkan pasangan, duh setuju banget deh sama ibu
Lagipula, cita-cita saya masih banyak, impian saya juga masih banyak yang belum tercapai… Hmm…. sabarrrrrr, kata orang kita harus jalani apa yang ada di hadapan kita saat ini kan, karena “Hidupku adalah hari ini, bukan kemarin atau esok hari…”
ok deh, cemangudddddd Mil, pasti kan datang saat itu, hari dimana saya akan jadi orang paling berbahagia….. hmm, Amin
Penggalan rasa

Ada sepenggal hati yang berjalan menyusuri waktu, mengiringi degup cerita usang. Menanti matahari hati, bersama asa yang tak terhingga, menanti rembulan jiwa, bersama rasa yang tak teredam
Merasakan perih tak tertahankan yang tak pernah saya mengerti. Ingin rasanya mengadu berteriak kelu
Apa yang terjadi Tuhan?
Jujurlah… jika memang rasamu bukan untukku, lepaskan jika itu membuat beban, jangan hadirkan harapan harapan yang ternyata sebuah topeng
Mengetahui bahwa semua itu tak lebih dari sebuah keterpaksaan, secuil rasa dimasa kecil kita . Mungkin pedihnya melebihi sayatan sembilu. Sungguh saya tidak mau ada disitu
Mungkinkah bagimu, saya hanyalah duka semata ?
Maka untuk yang saya kasihi, jangan biarkan saya lebur dalam pedih itu, jangan biarkan saya merasakan sakit itu, maka bebaskanlah rasa jika kau merasa begitu
Bahagiakan dirimu, kuatkan hatimu untuk jalani indahnya kehidupan… do’a tulus ini takkan pernah putus dalam setiap sujud
Tapi bulan akan selalu berteman malam, matahari pun tak akan tinggalkan senja, begitu pula cinta kita. Suatu hari nanti, akan ada tempat dimana hanya ada saya dan kamu
Tuhan,
Semoga semua ini menjadi bagian dari rencana besar Mu, untukku dan dia…
East Lombok, February 28, 2012, 00.01 am
**Jadzakillah, atas cinta yang telah hadir dalam hati ini**
KB untuk hidup yang lebih baik
Hayoo siapa yang masih menganggap KB hanya urusan wanita????
Lho katanya sekarang zamannya emansipasi, jadi wanitalah yang harus mengurusi masalah begituan….ya kan???? yang jawab ini sudah tentu kebanyakan kaum pria
Memang benar… tapi masa iya KB diurusi istrinya aja, suaminya tidak pernah mau tahu…. bikinnya kan bareng, jangan mau enaknya aja donk ishh!!!! [mulai gemezZzz]
Hari ini jadwal pelayanan KB gratis di Puskesmas saya, dari sekian puluh manusia pagi ini, mungkin dianggap aneh kali ya mengharapkan barang dua atau tiga orang diantaranya adalah pria, hahahha……. lagian mau pasang KB apa??? tu kan banyak yang belum tahu, metode kontrasepsi yang tersedia memang kebanyakan diperuntukkan untuk wanita
, tapi ini tidak menutup kemungkinan pria juga berpartisipasi di dalammya, kondom misalnya… dan kebanyakan ibu2 menolak menggunakan dengan alasan kurang nyaman….hmmm susah memang
sungguh besar pengorbanan wanita ya… merasakan beratnya membawa janin selama 9 bulan, merasakan dekatnya kematian saatnya persalinan, dan lagi berletih letih mengurus dan menyusui bayi ditambah lagi dengan menggunakan kontrasepsi bagi yang ingin menunda kehamilan….ishhhhh merasakan sakitnya kulit yang diiris ketika memasang implant, pil yang tidak boleh lupa untuk diminum, sakitnya bokong yang terus menerus disuntik setiap bulannya, menghadapi omelan suami saat benang IUD sedikit saja lebih panjang
Fenomena masyarakat yang tidak langka lagi apalagi yang jauh dari perkotaan, contohnya daerah saya ini… masalah pendidikan yang bukan lagi prioritas, umur 20 tahun kebanyakan sudah punya anak balita, setiap keluarga setidaknya punya lima anak
, dan tentu saja angka kawin cerai yang cukup tinggi. Kebanyakan dari mereka takut gemuk karena ber-KB, membuat suami suami mereka merasa tak nyaman, lagi lagi alasan teknis – demi misua - huhh…..
besok kalau sudah punya anak suamiku aja yang tak suruh KB ya, haaaahahha….. celoteh saya dan teman teman siang tadi, yups….setidaknya walaupun suami tidak secara langsung berpartisipasi tapi tetap memberikan perhatian dan mendukung metode kontrasepsi yang dipilih istri, ini baru pilihan yang bijak ya gak
![]()
Banyak Anak banyak rejeki, pepatah lama yang ada benarnya juga….karena setiap anak pasti membawa rejeki masing masing , tapi orang tua mana yang tak ingin anaknya sehat, pendidikan terjamin, sholeh solehah, pokoknya terpenuhi kebutuhan lahir bathin setiap anak… jadi mending pilih mana sedikit tapi benar benar terpelihara daripada banyak tapi tak terurus????
Tapi kembali lagi pada masing masing orang, mengingat masih adanya pro dan kontra seputar KB di sebagian kecil masyarakat….banyak anak pasti takkan masalah bagi orang yang merasa mampu untuk memberikan kehidupan yang layak untuk anak2nya, kan… jadi inget jargon BKKBN…..yang 2 anak cukup, hahaahh…… entah mengapa saya lebih suka jargon yang ini sebelum diganti menjadi 2 anak lebih baik…gag tau deh dengan teman teman
pic here
Pentingnya punya kalender pribadi
“Mil, masa suburku kapan ya…???”
“Mil, gimana tahu perkiraan lahir anak…???”
pertanyaan yang sering saya dapat dari teman teman
, terakhir pertanyaan pertama diatas, hee… Ari sahabat saya meminta untuk dihitungkan masa suburnya, sepertinya Ari lagi program punya anak nih temans
maka, saya akan tanyakan siklus menstrusinya teratur atau tidak dan tanggal biasa menstruasi setiap bulannya, dan kebanyakan dari teman teman pasti mengatakan tidak mengerti dan tidak biasa mengingat kapan seharusnya menstruasi tiba…. duh aduh jika sudah begini saya mana bisa jawab
penting lho buat cewek mau yang belum menikah maupun sudah untuk memiliki kalender pribadi, kalender saku yang hanya dimengerti oleh kita sendiri dalam artian kalender untuk mencatat segala macam aktifitas hormonal termasuk menstruasi setiap bulan, terutama yang sudah menikah dan berencana memiliki momongan nih
penting untuk mengetahui masa subur dan kapan waktunya ovulasi [sel telur dibebaskan untuk siap dibuahi]
Kalender ditandai tanggal pertama mendapat menstruasi sampai hari terakhir menstruasi [dicentang, dibuletin, atau dikasi warna terserah
] begitu seterusnya setiap bulan. Normalnya, menstruasi berlangsung selama 3 – 7 hari. Siklus menstruasi [dihitung dari hari pertama periode menstruasi – hari dimana pendarahan dimulai disebut sebagai hari pertama yang kemudian dihitung sampai dengan hari terakhir – yaitu 1 hari sebelum perdarahan menstruasi bulan berikutnya dimulai] bervariasi pada tiap cewek dan hampir 90% memiliki siklus 25 – 35 hari, gampangnya dikatakan teratur biasanya jika sekitar 28 hari sekali menerima tamu bulanan secara rutin
Ovulasi terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi berikutnya datang, jadi yang menstruasi teratur pasti bisa menentukan kapan ovulasi terjadi…. nah masa subur adalah plus minus 2 hari dari hari ovulasi atau hari ke-12 hingga hari ke-16 dalam siklus haid
contohnya untuk teman teman yang pertama menstruasi semisal tanggal 10 Februari 2012 maka hari ke-12 jatuh pada tanggal 21 Feb dan hari ke-16 jatuh pada tanggal 25 Feb. Masa subur yaitu sejak tanggal 21 Feb hingga tanggal 25 Feb, jika melakukan hubungan seksual diantara tanggal tersebut InsyaAllah deh
trus Mil, gimana menentukan perkiraan lahir bayi…???
gampang, bidan atau dokter cukup berbekal kapan hari pertama menstruasi terakhir ibu, ibu yang pernah periksa ke bidan atau dokter mesti pernah ditanya yang satu ini kan
dengan rumus :
HPL [hari perkiraan lahir] = HPHT [hari pertama haid terakhir] + 7 hari – 3 bulan
contohnya ada ibu hamil yang mengaku telat mens 1 bulan, si ibu mengatakan terakhir mens bulan Januari 2012 tanggal 12. Jadi HPL = 12+7= 19 Januari 2012, lalu dikurang 3 bulan = 19 Oktober 2012, bayi bisa lahir maju/mundur seminggu dari tanggal 19 Oktober 2012, mudah?
Nah, penting kan mengingat siklus menstruasi setiap bulannya, selain untuk mendeteksi kelainan, menentukan masa subur, juga untuk perkiraan lahir… berguna juga sebagai metode KB alami yang dinamakan metode KB Kalender… dengan menghindari berhubungan seksual pada masa subur, ini mencegah bertemunya sperma dan sel telur, dengan begitu kehamilanpun bisa dihindari….
pic here
Patah tumbuh hilang berganti
Di fesbuk hampir semua teman semasa studi dari TK sampai PT bisa ditemukan, I’ve got my story and my friends disini [jangan meremehkan jejaring yang satu ini
] sampai sampai saya memiliki group masing masing tingkatan studi saya tersebut, ah… they’ve already been part of my life alumni SD 04 ku, alumni SMP 01 ku, alumni IPA 1 SMA 1 ku, MIDDYSEGAZ ku, dan aksi tutor 4 ku
Dan hingga kini otomatis sudah ada 5 perpisahan yang saya alami SD, SMP, SMA, D3, dan D4. Seringkali mencoba-coba mengingat indahnya setiap masa itu. Namun, tidak ada yang perlu disedihkan, karena akhirnya kita bertemu penggantinya yang baru kan
Dari setiap masa itu, saya belajar banyak tentang arti persahabatan bagaimana menikmati mbosenin, nyenengin, lucunya hari hari saya waktu itu, akan selalu ada beda yang ternyata sedikit demi sedikit mengajarkan arti kedewasaan , dan dari sekian banyak perpisahan ini, yang paling membekas di memori sekaligus menyedihkan adalah perpisahan dengan sahabat kuliah saya, hee…ya iyalah ini baru beberapa bulan yang lalu
kuliah- ngerjain tugas bareng- Jalan-jalan – gowes – ledek-ledekan – galau bareng- curhat – makan siang – kuliner -taun baruan- nginep – dan banyak lagi, kadang rindu kebersamaan di kota gudeg itu tak bisa saya bendung [apa sayanya yang lebay] ah entahlah apalagi sekarang dunia kerja ini hampir menyita banyak waktu luang saya, hampir tak ada waktu yang saya habiskan untuk bersantai
, sahabat dan lingkungan baru yang menurut saya masih kurang terbuka dengan kehadiran saya [semoga ini hanya masalah adaptasi dan waktu]
Setelah lulus kuliah saya memutuskan kembali ke kampung halaman, otomatis yang tersisa teman sekolah dasar sampai SMA dari semua itu paling yang tertinggal hanya sebagian kecil saja, kebanyakan sudah memiliki dunia masing masing dan sudah punya sahabat yang lain, menikah dan memiliki anak… kadang sedih juga sih saya dan mereka tak bisa seperti dulu lagi
Dan hanya dunia maya sedikit mengobati rindu saya akan Jogja dan sahabat kuliah sekarang, haa…..lagi lagi Jogja, saya banyak membahas kota ini karena disinilah saya menemukan dunia baru, kota yang mampu menghipnotis saya untuk kembali dan kembali lagi, tempat menemukan sahabat sahabat terbaik dan tentu saja masalah HATI
Setelah berpengalaman kesekian kali, sekali lagi akan jumpa dengan aroma perpisahan. Kuliah, yang katanya ga seindah SMA, ternyata saya nikmati juga. Sekali lagi, yang datang akhirnya terganti kan
Don’t be dismayed at goodbyes. A farewell is necessary before you can meet again and meeting again, after moments or lifetime, is certain for those who are friends -Richard Bach





