Kangen ‘Ayyas
Ayyasy … nama anak sholeh nan lucu samping
. Kebanggaan abi dan uminya Ary, yang merupakan sahabat dekat saya ketika masih berseragam putih abu abu. Ary tak berbeda jauh usianya dengan saya, tapi sejak 2 tahun lalu telah menjadi bagian hidup suami tercintanya. Subhanallah … jika diingat perjuangan sahabat saya ini mengarungi rumah tangga bersama lelaki penyejuknya hingga hadir juga sosok Ayyas di kehidupan mereka berdua
Berani memutuskan untuk “berhijab sempurna” sebagai langkah ketaatan padaNya adalah awal kekaguman saya, seharusnya saya tahu ini merupakan langkah menjaga diri, memantaskan diri sebelum datang sosok yang sudah tertulis namanya di lauh mahfudz sebagai imam. Dan benar maha besar Allah, jodoh memang takkan tertukar, dihadirkanlah sosok lelaki yang sama taatnya, lelaki pemberani yang dengan lantang mengucapkan akad suci di depan ayah Ary, lelaki yang tidak hanya ingin hidup bersama tapi menuntun sahabat saya berjuang bersama menuju jannahNya, karena begitulah sejatinya ya kan, kita adalah cerminan jodoh kita kelak #noted
Ah, bahagianya saya ketika mendengar berita pernikahannya, serasa menjadi saksi bagaimana dulu kami sering berdiskusi masalah perencanaan kehamilan, cemas hingga 6 bulan usia pernikahan belum juga ada tanda tanda kehamilan, dan berbagi kebahagiaan atas berita 2 garis merah
, menderitanya mengalami morning sickness, persalinan hingga ASI eksklusif untuk buah hatinya. Subhanallah … dan kini si lucu Ayyas sudah hampir menginjak 8 bulan
, makin gemuk, makin pinter ngoceh kata uminya
, tapi sayang Ary kini menetap di Surakarta karena tugas suaminya, ah … kangennya anteu
Dan saya disini tetap dengan pertanyaan yang sama ya … ah Ary how does marriage feel, how does have a crying baby feel, sungguh saya ingin merasakannya juga
?????????
Gili Meno dengan HATI
Kemarin, 6 anak Mataram yang sumpek dengan rutinitas memutuskan untuk menajalankan rencana trip yang sebelumnya sudah direncanakan, yups … saya dan sahabat yang tergabung dalam BSM dan liqo yang sama ‘rider’an ke Gili Meno sono … wuihhh, saya sih dibonceng aja maunya
walaupun sempat kempes ban dan sedikit terpelset karena hujan tidak mengurungkan destinasi kali ini, benar benar akhwat2 pemberani
Bagi yang tidak tahu Gili meno, gili itu sebutan untuk sebuah pulau kecil eksotis di ujung atas pulau Lombok, tepatnya berada di kecamatan Pemenang kabupaten Lombok utara, ada 2 Gili lainnya antara lain Gili Air, dan Gili trawangan. Karena Gili trawangan sudah sering kami kunjungi oleh karena itu kami memutuskan untuk ke Gili Meno saja, lebih teduh dan tidak terlalu banyak wisatawan asing yang selalu bikin Istighfar
. Yups jam 7 pagi saya dan teman teman ukhti sepakat untuk bertemu di depan Puskesmas Meninting … kemudian berangkat bersama ke Pelabuhan penyeberangan Bangsal di Pemenang, saya di bonceng mbak Fitri, mbak Fie dan adiknya Kiki, mbak Heny dibonceng mbak Sunis
. Bismillah … berangkat, sampai di Pelabuhan Bangsal kira kira jam 8 an lewat, tiket hijau seharga Rp. 11.500, 00 ribu rupiah per orang sudah terbeli tinggal menunggu perahu yang akan mengangkut kami ke Gili Meno
sekitar 20 menit menyeberang sampailah kami di Gili Meno nan cantik, cekidot
waah, tak terasa sudah pukul 15.00, sudah waktunya pulang … ahh akan kangen kebersamaan ini lagi, betapa beruntungnya saya bertemu dengan teman teman penuh ketulusan, syarat ketakwaan seperti mereka
, terpupuk akhlak yg hebat berbuah dari kesabaran dan ketekunan yang sangat luar biasa, subhanalloh …
Alhamdulillah, Nurul will be the next
Barakallahufikum … jenk
, akhirnya nggota jenk Sri yang lajang berkurang satu, Nurul selamat yah … saya sudah benjanji akan menuliskan ini setelah pernikahan Rini kemarin
, terimakasih yah Jenk sudah mengirim undangan pernikahan nan cantik hingga ke Lombok
makasih banget
Nurul salah satu kawan terbaik saya selama menyelesaikan pendidikan di Yogyakarta, tanggal 4 Mei 2013 akan terukir menjadi hari bersejarahnya karena akan resmi menjadi isteri mas Septian. Lelaki yang beruntung mendapatkan hati sahabat tercantik saya adalah salah seorang anggota POLRI di Polres Bantul, andai saja Nurul masih ingat kejadian 4 tahun lalu ketika dengan pedenya memberitahu saya akan mem-BLACKLIST seorang POLISI dari kriteria calon suaminya, hahahah
nah loh, kualat kan Rul
… ketika JODOH sudah berbicara, rasa benci seketika menjadi cinta [kata nurul sambil mesem mesem
]
Duh, sejak tau kabarnya aja udah bikin merem melek gak bisa tidur. Biasa kan, saya emang lebay, yang mau nikah siapa yang girang siapa
dengan ketok Palu pernikahan Nurul besok berarti hanya akan 3 Jenk Sri yang masih menanti prince charmingnya nih
“Semoga Allah memberkahimu (di saat rumah tanggamu harmonis), semoga Dia (tetap) memberkahimu (di saat rumah tanggamu lagi renggang), dan semoga Dia mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan” Aamiin Ya Robb
Nyateee …. @Senggigi
Jadi begini ceritanya … si mbak Herni teman sekantor saya ngebet banget saya ajakin ke pante, entah ngapain kek pokoknya ke pante … yahhh, Alhamdulillah ada waktu senggang juga, karena berhubung moment perginya sudah hampir maghrib jadilah kami memilih makan sate aja di pinggir jalan
yah lumayan lah, menghilangkan penat
***Mataram, 16th April 2013 [episode kali ini punya mbak Herni deh
]
Saya Ciut, Allah :’(
Yups, tak ada kata SUKSES untuk seorang PEMALAS … itu tau, jadi intinya harus bekerja keras, keras sekali … orang orang itu, mereka sudah membuktikannya, sekarang tinggal saya
, doakan kawan saya akan memulai usaha saya untuk apply AAS 2014, saya sudah kecolongan waktu satu bulan, tapi belum terlambat masih ada waktu 3 bulan lagi untuk melengkapi berkasnya sebelum closing date 19 Juli nanti …
God is the best listener. You don’t need to shout nor cry out loud because He hears even the very silent prayer of a sincere heart
![]()
and then, I need You My ALLAH
How Does 24 Feel … ???
Old …
i wanna be a teenager forever, where’s my edward cullen?
Saat saya masih belasan tahun dulu bertemu dengan orang yang usianya diatas dua puluhan tuh kayanya gimana gitu, “wah udah dua puluh tahun!”. Sepertinya sudah dewasa dan siap mengemban tugas negara
Waktu usia saya menginjak dua puluh tahun pun rasanya masih gak percaya, “udah dua puluh tahun nih?”, terus tau-tau udah dua puluh dua dan akhirnya bahkan sekarang udah dua puluh empat tahun!. Kalau lagi ngaca di rumah juga suka self talking, “halo 24 tahun, udah ngapain aja???”, terus jadi risau dan khawatir, kerisauan saya lebih kepada karir dan “balas budi” saya kepada orang tua
Ketika sebagian bilang bahwa sudah saatnya saya berkeluarga di usia ini, Alhamdulillah Ya Allah, karena Engkau memberi saya lebih banyak waktu untuk mengenal diri saya dan mengenali Zat-Mu sebelum saya [berusaha] mengenali orang lain. Duapuluhempat adalah kesempatan menyusun kembali perbekalan. Sebelum saya pantas menjadi bijak seperti Khadijah. Sebelum saya pantas menjadi cemerlang seperti Aisyah
Alhamdulillah Ya Allah karena Engkau telah izinkan saya mengerti pahitnya menggadai mimpi dan idealisme demi sesuap nasi sendiri semenjak bertahun lalu lamanya, hingga semoga jika pun harus terjadi lagi saya bisa memandangnya dalam bingkai pikir yang lebih ikhlas, dan menjalaninya demi berkah yang lebih besar
Time keeps flying and number keeps going, but for me is never too old to keep dreaming
Dan saya baru sadar ternyata saya telah mendapatkan nyaris semua yg pernah saya impikan… hari ini mau minta lagi yang lain-lain kok ya bingung, apa yang saya punya, yang saya dapat sungguh berlimpah dan tidak habis-habis untuk disyukuri… umur segini, list keinginan saya sudah banyak yang dicoreti, belum semua deng
Lulus tepat waktu
Bekerja 1 tahun di pelayanan
Jadi dosen
Membantu orangtua untuk menyekolahkan adik, alhamdulillah sudah hampir lulus
wuaaa, daftar yang lain akan panjang sekaliii, tapi yang besar-besar, yang saya kira akan sulit sekali saya capai
*lapkeringetduludongdikit* Satu lagi yang paling bawah,
menikah
Mohon doanya kawan-kawan, mudah-mudahan dilancarkan juga untuk mencapai yang ini. Sebab saya yakin, sekencang apapun saya berlari… jika Allah belum berkehendak maka saya tidak akan pernah sampai di tempat tujuan
pun keyakinan itu masih ada di sudut hati. Tapi toh sudut hati yang lain membisiki kalimat sebaliknya. Calm down. Allah sesuai prasangka hambaNya, ketika ia katakan “Jadi!” maka Jadilah…
YA ALLAH, hanya kepadaMu saya menggantungkan harapan, berharap-harap agar harapan itu terkabulkan. Namun YA ALLAH, berilah saya kekuatan jiwa manakala Engkau ingin menguji dengan harapan yang belum Kau kabulkan…
Iyaah, terlalu banyak yang harus disyukuri memang, atas sejuta kemungkinan kesedihan yang dulu bisa saja terjadi, tapi Ia berikan skenario terbaik yang menjaga hati tak terlukai, setidaknya semua berjalan sampai seperti ini, yang sekali lagi, bisa saja keadaan tak seberuntung ini.
Ah Allah
sungguh Engkau Maha Baik
terima kasih…
***Mataram, 8th April 2013 [tanpa kue, tanpa lilin, dengan badan yang hampir ambruk
*sick]
Bener banget nih Selena :)
I wouldn’t wanna be anybody else, hey
I’m no beauty queen, I’m just beautiful me … hahaha
Who is willing to fight for me?
“ketidakpastian darimu lebih sulit kumengerti dibanding ketidakpastian Heisenberg.”
“Jodoh seperti perhitungan kuantum elektron dalam atom. Probabilitas keberadaannya satu. Tapi tak bisa dipastikan di titik tertentu.”
Malam malam blogwalking nemu ini, kereeennn sih, logis jugak
tapi koq ya bersamaan gitu, hampir semua blog yang saya kunjungi semua ngomong yang SATU itu, ada juga nemu di DP nya sohib saya katanya udah ngebet …. hahhahahh [sesama jangan saling menertawakan
]
Hidup kita mau dilangkahkan kemana juga sudah ada rencananya. Plan A, plan B, C, dan plan D, tentang bagaimana suami yang saya inginkan dan bagaimana keluarga saya akan saya bangun nanti, i deserve someone who is willing to fight for me dong
[dulu saya mungkin tukang maksa dan suka berjuang seperti Xena, sekarang saya ingin merasakan jadi Rapunzel], biarkan si Pangeran yang susah susah manjat untuk menyelamatkan saya
hehhe, minta betul-betul sama Allah gih … mengimajinasikannya dengan berbagai kemungkinan jadi menyenangkan deh rasanya, tinggal Allah saja yang tau yang baik yang mana. Dia nanti yang bukakan jalannya, yang dimudahkan, insyaAllah adalah yang Ia ciptakan untuk saya ketika masih di rahim ibu saya dulu
M.Keb-nya? nanti ya, berkeluarga kayaknya lebih penting buat saya sekarang, InsyaAllah Magister bisa ditunda, tapi rahim saya kan bisa kadaluwarsa
[inget postingan sebelumnya donk Mil
]
Ambil hikmahnya saja dan melihat lebih banyak supaya sadar bahwa teori mestakung juga sedang berlangsung
Saya percaya ketika seseorang menginginkan sesuatu, seluruh alam semesta, dengan kehendak Tuhan, akan turut serta membantunya mewujudkan keinginannya, piss
dan … saya masih di tempat yang sama, sambil [terus] bertanya …
siapakah engkau?
yang berada di balik hujan tanpa suara?
ps : temen saya bilang saya aneh post ini disini, curhatnya pol pula
don’t get me wrong. Saya ingin suatu hari saya bisa menertawai postingan dan kejadian yang terceritakan disini, sama seperti saya ketawa sendiri membaca posts saya dari tahun yang udah lewat, people have their own way to ease their own pain kan
buat saya, salah satunya adalah melebay di blog saya



































































